Pabrikan Motor Legendaris yang Tinggal Kenangan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Pabrikan Motor Legendaris yang Tinggal Kenangan
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Hari demi hari, berbagai pabrikan motor saling berlomba menciptakan produk terbaru dengan segala keunggulan yang ditawarkan. Selain menjadi alat transportasi, produk mereka juga berfungsi menunjang gaya hidup pengendaranya.

pabrikan motor - Male IndonesiaArnaud 25/wikimedia

Maka jangan heran, persaingan antara tiap pabrikan motor begitu ketat. Bila tidak sanggup berinovasi, tentunya mereka akan tersingkir perlahan-lahan, produksi harus dihentikan dan konsekuensinya, gulung tikar.

Ada yang bertahan hingga sekarang, tapi tak sedikit pula pabrikan motor gagal total dan harus menyerah kepada nasib. Berikut empat pabrikan motor legendaris yang sempat terkenal namun kini tinggal kenangan.

Maserati
Brand asal Italia ini sebenarnya masih berjaya, terlebih di kawasan Eropa dengan produk mobilnya. Dulu, Maserati meluncurkan sepeda motor buatannya sendiri. Di tahun 1950-an, pamor mereka melambung lantaran mempunyai performa terbaik di kelasnya. Sayang sekali, kiprah Maserati Motorcycle harus terhenti di era 60-an akibat krisis finansial.

Victory Motorcycles
Victory Motorcycles merupakan pabrikan motor asal Negeri Paman Sam. Di masa jayanya, mereka meluncurkan berbagai produk berupa motor bergenre cruiser, bageer dan touring.

Seiring perjalanan waktu, Polaris, pemilik Victory menyatakan bahwa anak perusahaannya merugi karena tidak cukup kuat bersaing dengan brand besar lainnya. Di awal 2017 lalu, pabrikan ini terpaksa menghentikan produksi dan resmi ditutup.

Laverda
Sama halnya seperti Maserati, Laverda juga berasal dari Negeri Pizza. Mereka merilis motor pertamanya pada 1949 silam dan langsung turun di ajang balap Endurance Milan Toronto mengandalkan mesin berkapasitas 75cc dan 125cc. Kemudian, mereka merambah ke mesin lebih besar, yaitu 500cc, 650cc bahkan 1 liter!

Apa lacur, menginjak tahun 1984, Laverda terpaksa ditutup lantaran tak mampu meraup keuntungan. Namanya sempat bangkit kembali paska berada di bawah naungan Aprilia. Anehnya, di tahun 2004 nama Laverda justru ‘dilenyapkan’ saat Aprilia bergabung dalam Piaggio Group.

Bridgestone
Bridgestone identik dengan brand ban sepeda motor berteknologi tinggi. Ternyata, pabrikan asal Jepang tersebut sempat memproduksi sepeda motor usai Perang Dunia II. Antara lain Bridgestone GTO 350 dan GTR 350.

Ironisnya, mereka dikabarkan stop produksi lantaran mendapat ancaman dari produsen motor Jepang lain yang akan menghentikan order ban Bridgestone sebagai OEM. Dinilai penjualan ban sudah menguntungkan, akhirnya lini sepeda motor mereka tinggal kenangan. [GP]

SHARE