Bekerja di Ruang Terbuka Memiliki Dampak Negatif | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Bekerja di Ruang Terbuka Memiliki Dampak Negatif
Gading Perkasa | Works

Konsep ruang kerja terbuka biasanya diterapkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang kreatif. Seperti media, advertising agency atau event organizer. Suasana tersebut disinyalir membuat karyawan lebih betah di tempat kerja.

ruang kerja terbuka - Male IndonesiaPhoto by LinkedIn Sales Navigator on Unsplash

Namun rupanya, tidak selamanya ruang kerja terbuka membawa dampak positif bagi para karyawan. Berdasarkan sebuah studi terbaru, konsep ini dinilai merugikan. Demi menghilangkan batas hierarki dan memperluas jaringan, konsep ruang terbuka yang diterapkan perusahaan justru menjadi bumerang.

Menurut penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Gender, Work, dan Organization, kantor terbuka dan ruang kolektif membuat karyawan - tanpa sadar - bertindak sangat berbeda dari seharusnya.

Para peneliti dari Anglia Ruskin University dan University of Bedfordshire menganalisis perilaku 1.000 karyawan di perusahaan Inggris yang pindah dari enam gedung terpisah ke satu bangunan dengan ruang kerja terbuka. Penelitian ini dilakukan selama tiga tahun.

Hasilnya, diketahui bahwa sebagian besar karyawan mengubah perilaku mereka. Itu dilakukan karena mereka berada di lingkungan kerja yang memungkinkan untuk terus terlihat.

“Ketika berpindah dari kantor tertutup ke ruang terbuka, para karyawan jadi lebih sadar akan visibilitas mereka. Sehingga mereka merasa terganggu, bukannya bebas,” kata Alison Hirst selaku pemimpin penelitian.

Penelitian lain pada Januari 2018 lalu menemukan fakta bahwa ruang terbuka membuat para karyawan tidak begitu senang. Staf yang bekerja menjadi lebih mudah terdistraksi, emosi dan sulit melakukan percakapan berkualitas dengan rekan kerja. Studi sebelumnya juga mengklaim, pekerja tidak fokus lantaran ruangan pribadinya terbagi.

“Hasil studi ini menunjukkan adanya hubungan negatif antara anak buah dan atasan berbagi ruang kerja. Suasana demikian menurunkan kepuasan kerja karyawan,” ujar ketua penelitian Tobias Otterbring.

Ditambahkan oleh Otterbring, kantor berkonsep terbuka memang efektif dalam memangkas anggaran keuangan kantor. Namun menyimpan efek buruk terhadap kinerja dan emosional karyawan.

“Oleh sebab itu, para decision maker seharusnya benar-benar mempertimbangkan secara matang sebelum mengubah tata letak kantor. Pikirkan dulu efeknya pada kondisi karyawan ketimbang efisiensi dan menghemat pengeluaran,” tutur Otterbring.

Kendati demikian, di sisi lain, ruang kerja terbuka terkadang membuat karyawan merasa setara pada semua orang di kantor. Mereka bisa menilai serta berkomentar terkait cara kerja para staf, khususnya staf senior. Bekerja di ruang bersama juga merupakan kesempatan bagus untuk jenjang karier. [GP]

SHARE