Kiat Freelancer Menjawab Pertanyaan Calon Mertua | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Kiat Freelancer Menjawab Pertanyaan Calon Mertua
MALE ID | Works

Pekerja lepas atau yang biasa dikenal dengan sapaan freelancer tumbuh makin subur di tanah air. Hal ini salah satunya disebabkan makin tingginya kebutuhan tenaga outsource dengan skill spesifik yang hanya dibutuhkan dalam proyek-proyek atau program kerja tertentu. Seperti, fotografi, web development, event organizer dan banyak lagi.

pekerja-lepas-2-male-indonesia
Photo by Ali Yahya on Unsplash

Data survei menunjukkan bahwa hampir 50% pekerja lepas berusia 18-25 tahun, dimana pada usia tersebut mereka lebih banyak berstatus belum menikah. ada yang sebagai freelancer murni (27%), ada pula yang sebagai sampingan saja (60%), dan alasan lainnya (13%). Dan biasanya mereka yang sudah lebih senior juga cenderung menaikkan grade dengan mengambil istilah sebagai konsultan.

Nah, bagi Anda yang sedang serius membina hubungan dengan calon pendamping dan menjalani profesi sebagai freelancer murni, tidak sebagai pekerjaan sampingan, kerap menemukan satu momen dimana saat berjumpa dengan orang tua pasangan atau calon mertua yang menanyakan status pekerjaan. Karena tak bisa dimungkiri masih banyak yang memandang sebelah mata profesi pekerja lepas ini. Lalu bagaimana cara menjawab pertanyaan-pertanyaan itu? Simak di sini:

Tanya (T): Kerja di mana sekarang kamu?
Jawab (J): Saya pekerja lepas dalam rangka merintis profesi sebagai konsultan.

T: Kamu pekerja lepas ya? Memang penghasilannya bisa stabil?
J: Kebetulan dengan saya memilih sebagai pekerja lepas, saya sekaligus belajar manajemen perusahaan dalam skala kecil. Dan tentunya bagaimana cara mendapatkan income yang stabil dan terus bertambah. Itu tantangannya, sebagaimana juga dialamai pekerja tetap, selalu ada pressure untuk memajukan perusahaan.

T: Pekerja lepas itu kan gak ada tunjangan-tunjangan, apa bisa memenuhi kebutuhan?
J: Tingkatan penghasilan bersifat tunjangan itu saya dapatkan dengan cara mengerjakan pekerjaan-pekerjaan dalam kapasitas lebih kecil dari pekerjaan-pekerjaan utama.

T: Pemasukan freelancer kan tidak rutin seperti orang yang bekerja tetap?
J: Jika kita konsisten dalam membina networking dan selalu berkomitmen dalam menyelesaikan pekerjaan, justru membuat kondisi keuangan tidak memiliki masa pasang atau surut. Tak ada lagi istilah tanggal muda, tanggal tua.

T: Namanya usaha pasti ada saja waktu tidak ada order, tidak khawatir?
J: Semua pasti ada naik turunnya. Nah, dari sinilah saya belajar menyusun proyeksi pekerjaan. Dimana pada masa-masa tertentu akan ada musim sepi order. Maka sebelum masuk masa sepi itulah kuantitas penerimaan pekerjaan ditambah, atau kalau dalam marketing menambah volume penjualan.

T: Dalam profesi pekerja lepas tidak ada jenjang karier, kamu enggak berpikir itu?
J: Jenjang karier dalam freelance itu lebih menitikberatkan pada capablity grade. Makin dipercaya dalam bidang yang dikuasai, maka makin tinggi nilainya. Dan akan mendapat pekerjaan-pekerjaan dengan status kontrak berjangka. Dari pendek hingga panjang. Sehingga perlahan-lahan pekerjaan-pekerjaan kecil menjadi sekunder, hanya diambil atau dikerjakan jika ada ketersediaan waktu.

So, tak ada alasan takut menjadi freelancer, dan bersiaplah menghadapi pertanyaan-pertanyan dari orang-orang di sekitar Anda, termasuk calon mertua.** (MIND)

SHARE