Sejarah Menarik Terciptanya Kartu Pelanggaran | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Sejarah Menarik Terciptanya Kartu Pelanggaran
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Sejarah panjang Piala Dunia ternyata memiliki cerita unik di dalamnya, hal ini berkaitan dengan kartu peringatan alias kartu merah dan kartu kuning. Ternyata, sejak adanya perhelatan sepakbola hingga Piala Dunia 1966, kartu peringatan bagi pemain yang melakukan pelanggaran masih belum ada. 

FOTO: Jason Bagley/flickr

Justru kartu peringatan itu resmi diperkanalkan pada Piala Dunia 970 Meksiko. Lalu dengan apa wasit mengganjar pemain yang melakukan pelanggaran di tengah lapangan? Dan bagaimana kartu merah dan kuning bisa tercipta? Apa yang melatarbelakangi terciptanya kartu merah dan kuning?

Terciptanya kartu merah dan kuning justru tidak datang dari penyelanggara sepakbola, melainkan dari wasit. Ken Aston, dialah wasit sekaligus pencipta kartu merah dan kuning di sepak bola. Ken Aston adalah seorang guru di Essex, Inggris. Kala itu, olahraga selalu menjadi aspek penting dalam kurikulum belajar mengajar.

Jika terdapat suatu pertandingan, guru yang akan ditunjuk menjadi pengadil lapangan. Begitu pula Aston di tahun 1935, ia diminta untuk menjadi wasit dalam perhelatan pertandingan siswa. Menikmati tugasnya di atas lapangan, satu tahun berikutnya (1936), ia menjadi seorang wasit resmi dan terus beranjak hingga menjadi salah satu ofisial top di Inggris.

Di tahun 1966, tiga tahun setelah pensiun sebagai wasit, Aston kembali ditunjuk menjadi ofisial di pertandingan Piala Dunia 1966 antara tuan rumah, Inggris dan Argentina. Pertandingan ini lah yang menjadi cikal bakalterciptanya kartu merah dan kuning yang kemudian mengubah sejarah sepakbola dunia.

Menggunakan Bahasa Tubuh
Saat itu, pertandingan antara Inggris dan Argentina adalah pertandingan perempat final Piala Dunia 1966. Wasit yang bertugas kala itu adalah Rudolf Kreitlein, wasit asal Jerman. Ketika pertandingan berlangsung,  Antonio Rattin, kapten Timnas Argentina, melakukan pelanggaran yang cukup berbahaya, sampai akhirnya ia di keluarkan dari lapangan. 

Tapi, karena wasit asal Jerman itu hanya memahami bahasa Jerman dan Inggris, ia kesulitan menjelaskan keputusannya tersebut. Akhirnya Rattin tidak memahami apa maksud wasit tersebut dan sang pemain tidak meninggalkan lapangan. Untuk memperingatkan pemain itu, terpaksa Kreitlein harus mengisyaratkan dengan bahasa tubuh apa yang ada di kepalanya.

Itu lah yang dilakukan oleh wasit Rudolf Kreitlein untuk memerintahkan kapten Argentina, Antonio Rattin, untuk keluar dari lapangan. Rattin yang merasa tidak melakukan pelanggaran atau tackle keras apapun, tidak mengerti apa yang diminta oleh sang wasit. Bahkan setelah Kepala Wasit (Ken Aston) di turnamen tersebut menjelaskan padanya bahwa ia diusir keluar.

Lampu Rambu Lalu Lintas Jadi Inspirasi
Di tahun 1970 hingga 1972, Ken Aston dipanggil oleh FIFA unutuk bergabung bersama Komite Wasit. Saat ia menduduki jabatannya ini lah ia memikirkan cara untuk menghindari kejadian seperti yang dialami Rattin terulang kembali.

Ken Aston/FOTO: Aysolaw5/wikipedia

Aston berpikir harus ada komunikasi universal yang bisa langsung diketahui semua orang, ketika wasit memberi peringatan kepada pemain atau mengeluarkannya dari lapangan. Dengan demikian, wasit tak perlu harus membuat penjelasan dengan bahasa yang mungkin tak diketahui pemain.

Singkat cerita, suatu hari ketika Aston berhenti di perempatan jalan Kensington Street, ia melihat lampu lalu lintas. Tiba-tiba saja ide muncul di otaknya. Jawabannya adalah: kartu berwarna, merah dan kuning. "Saat saya mengemudi di sepanjang jalan Kensington Street, lampu rambu lalu lintas menunjukkan warna merah. Saya pikir, 'Kuning, berhati-hatilah; merah, berhenti, anda keluar," tutur Aston dikutip dari laman resmi FIFA.

Setelah mendapatkan ide itu, Aston pun segera mengirim usulan pada organisasi sepak bola dunia, FIFA. Dan, idenya langsung disetujui. Maka  di Piala Dunia 1970, kartu kuning dan merah kali pertama digunakan. Ironisnya, sepanjang Piala Dunia 1970 tak satu pun pemain yang terkena kartu merah. Hanya kartu kuning yang sempat dilayangkan sehingga kartu merah tak bisa “pamer diri” pada Piala Dunia 1970 Meksiko. ** (SS)


 

SHARE