Mana Paling Bahaya, Menghisap Rokok atau Obesitas? | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Mana Paling Bahaya, Menghisap Rokok atau Obesitas?
Gading Perkasa | Sex & Health

Menghisap rokok dapat memicu segudang bahaya bagi kesehatan tubuh. Begitu juga berbagai risiko komplikasi akibat obesitas yang tidak boleh diabaikan.

menghisap rokok- male Indonesiapixabay.com

Keduanya memang sama-sama berbahaya. Tapi bila harus dibuat perbandingan, mana yang paling merusak kesehatan? Menghisap rokok atau obesitas?

Menjadi perokok aktif dapat memangkas hingga 14 tahun usia seseorang. Tergantung dari jumlah rokok yang dihisap setiap hari serta berapa lama catatannya sebagai perokok aktif.

Perkiraan ini belum menghitung angka harapan hidup yang hilang akibat komplikasi merokok, seperti emfisema atau kanker paru. Sementara itu, obesitas bisa mengurangi usia sekitar 8-10 tahun, terutama untuk mereka yang berusia di atas 40 tahun.

Sepintas, menghisap rokok tampak lebih membahayakan. Para peneliti pun yakin bahwa rokok memiliki risiko kematian lebih besar daripada obesitas.

Laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) terbaru menyebutkan, setidaknya 2,8 juta orang meninggal setiap tahun akibat kelebihan berat badan atau obesitas, sedangkan merokok menyebabkan hampir 7 juta kematian per tahun (menurut WHO akan meningkat lebih dari 8 juta kematian pada 2030 mendatang).

Perbedaan yang cukup signifikan dipengaruhi oleh kesadaran orang yang tinggi terhadap bahaya kelebihan berat badan serta bagaimana masyarakat memandang obesitas. Umumnya, penderita obesitas menerima konsekuensi lebih berat berupa cap negatif dan isolasi sosial dari lingkungan sekitar dibandingkan perokok.

Di sisi lain, banyak perokok yang sudah mengetahui bahaya rokok sendiri. Mereka cukup sulit atau tidak sanggup berhenti, lebih parahnya menyepelekan kebiasaan buruk tersebut. Itulah yang meningkatkan risiko komplikasi dan kematian pada seorang perokok. Namun, kesimpulannya tidak sedemikian sederhana.

Boleh dibilang, tidak ada jawaban pasti yang menyebutkan salah satunya lebih bahaya. Baik merokok maupun obesitas merupakan dua hal berbeda, dengan dampaknya masing-masing. Keduanya sangat berbahaya, apalagi bila berlangsung dalam waktu lama.

Dilansir dari laman Men’s Health, sebuah penelitian menyatakan, angka harapan hidup seseorang bisa merosot tajam sebanyak 47% bila mengidap obesitas dibandingkan mereka yang memiliki kebiasaan merokok.

Pasalnya, meski obesitas tidak mematikan secara langsung, kondisi ini secara perlahan menggerogoti tubuh. Dimana memicu berbagai penyakit kronis yang akhirnya menyebabkan kematian.

Sejatinya baik perokok maupun penderita obesitas sama-sama bisa memperpanjang angka harapan hidup mereka dengan menjalani gaya hidup sehat. Tujuannnya agar mencegah komplikasi kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan penyakit jantung.

Langkah tepat yang harus Anda lakukan adalah berolahraga teratur minimal 30 menit setiap hari selama 3-5 hari dalam seminggu, menjaga berat badan dengan pola makan seimbang, serta berhenti merokok. [GP]

SHARE