Pilihan Pendakian yang Bisa Dicapai Sehari Saja | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Pilihan Pendakian yang Bisa Dicapai Sehari Saja
Sopan Sopian | Relax

Mendaki gunung merupakan kegiatan outdoor yang setidaknya dilakukan oleh pria sekali dalam seumur hidup. Karena, mendaki gunung tidak hanya mendapatkan pemandangan indah dan kepuasan tersendiri saat berada di atas puncak.

Tetapi, saat mendaki gunung Anda bisa mendapatkan nilai lebih seperti melatih mental, kesabaran, dan bisa mengubah hidup seseorang. Saat ingin mendaki gunung, pastinya tidaklah begitu saja dilakukan. Perlu persiapan matang agar pendakian bisa berjalan mulus.

Bagi Anda yang belum pernah mendaki gunung dan ingin mencobanya. Tentu, gunung dengan trek yang tidak sedikit sulit adalah rekomendasinya. Apalagi bisa ditempuh dalam waktu satu hari saja. Untuk itu, berikut ini setidaknya ada lima gunung yang bisa didaki dalam waktu sehari.

Gunung Bromo

FOTO: Midori/wikipedia

Berbicara soal gunung memang tidak lengkap jika belum membahas Gunung Bromo. Meski gunung ini diperuntukkan bagi semua umur, namun suasana dan pemandangan yang ada disekitarnya akan membuat Anda terhipnotis. Apalagi jika datang sebelum momen Golden Sunrise berlangsung. Deretan gunung dan hamparan padang pasir terlihat spektakuler saat terpapar sinar mentari pagi. 

Selain itu, wisatawan juga dapat menjajal berbagai atraksi wisata menarik lainnya seperti Bukit Teletubbies, Pasir Berbisik, atau sekadar mengitar area Bromo sambil menunggangi kuda. Perlu diingat bahwa Anda harus mempersiapkan budget berlebih untuk menyiwa mobil jeep. Namun anggaran tersebut bisa dipotong dengan jumlah yang cukup besar jika Anda datang bersama teman atau keluarga.

Gunung Andong

FOTO: Hendrojkson/wikipedia

Gunung terakhir yang bisa Anda daki hanya dalam waktu sehari adalah Gunung Andong. Anda bahkan bisa mencapai puncaknya dengan melakukan perjalanan sekitar 1,5-2 jam saja. Meski memiliki ketinggian yang cukup rendah yakni 1.726 meter dari permukana laut, gunung yang terletak di perbatasan wilayah Salatiga, Semarang, dan Magelang ini menyediakan fasilitas yang cukup lengkap.

Sehingga Anda tidak perlu repot-repot lagi menyiapkan kebutuhan makanan dan minuman sebagai bekal pendakian. Namun perlu diingat, jika Anda memilih untuk tidak berkemah di kawasan gunung tersebut, atau langsung turun setelah mencapai puncaknya, pastikan bahwa kondisi fisik Anda cukup prima.

Gunung Papandayan

FOTO: Arief rm/wikipedia

Nah, bagi Anda yang tinggal di daerah Jawa Barat tentu sudah tidak asing lagi dengan gunung yang satu ini. Popularitas Gunung Papandayan memang tengah meningakt setela digunakan sebagai lokasi syuting film maupun video klip beberapa penyanyi papan atas Indonesia. dengan ketinggian 2.665 mdpl, Anda bisa mencapai puncak Papandayan dalam kurun waktu kurang dari satu hati. 

Seperti karakteristik gunung pada umumnya, di Gunung Papandayan Anda bisa menemukan hamparan pada Edelweis yang luas serta menjelajahi Hutan Mati yang menjadi salah satu tujuan utama para pendaki. Datanglah bersama keluarga atau teman terdekat agar suasana pendakian menjadi lebih menyenangkan.

Gunung Sindoro

FOTO: Endah both/wikipedia

Bergeser kembali ke daerah Jawa Tengah, tepatnya di Temanggung yang berbatasan langsung dengan Magelang dan Wonosobo, Gunung Sindoro juga menjadi salah satu tujuan para wisatawan yang ingin merasakan sensasi mendai gunung. Dari puncaknya Anda bisa melihat keindahan alam yang begitu memesona dengan latar belakang Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, hingga Gunung Merapi yang berlokasi di Yogyakarta.

Gunung Prau

FOTO: Eko Raharjo/wikipedia

Terletak di Wonosobo, Jawa Tengah, Gunung Prau merupakan destinasi terbaik bagi bara pendaki pemula yang belum berpengalaman. Untuk mencapai puncaknya, Anda hanya perlu menempuh perjalanan selama kurang lebih 3-4 jam saja. Tapi jangan salah, pemandangan yang disajikan tempat ini justru akan membuat Anda terpesona dan berdecak kagum. 

Setidaknya ada 3 jalur yang bisa Anda lalui untuk mendaki Gunung Prau yakni, jalur Patak Banteng, Dieng Wetan, dan Kalilembu. Para wisatawan umumnya memilih untuk mendaki pada malam hari sehingga keesokannya mereka bisa menikmati sunrise yang spektakuler. ** (SS)

SHARE