Momen yang Pas untuk Memasukan Kemeja Anda - Male Indonesia
Momen yang Pas untuk Memasukan Kemeja Anda
MALE ID | Looks

Sejak dulu, Anda tentu sudah diajarkan supaya memasukkan kemeja ke dalam celana. Karena itulah kebiasaan tersebut seolah-olah terus terbawa hingga menginjak usia dewasa.

memasukkan kemeja - male Indonesiaunsplash.com

Tetapi, ada sebuah anggapan berkembang bahwa memasukkan kemeja sangat identik dengan sosok yang cenderung kaku dan kurang pandai bergaul. Padahal, tidak selamanya anggapan itu benar. Ada momen dimana kemeja yang Anda pakai memang harus dimasukkan, dan membuat Anda tampak cool.

Bukan Hanya dalam Suasana Formal
Sekali lagi, memasukkan kemeja ke dalam celana bukan hal yang memalukan. Sebab, justru pemakainya memancarkan kesan rapi serta profesional. Inilah mengapa banyak perusahaan - khususnya di bidang korporat - yang mewajibkan setiap karyawannya mengenakan kemeja yang dimasukkan ke celana.

Selain penerapan di suasana formal, Anda juga dapat mengenakannya di acara-acara bersifat kasual. Entah kumpul bersama teman-teman dan pasangan sekalipun. Gaya ini bikin Anda tampak manly, namun tidak memudarkan kesan santai.

Kemeja yang mempunyai bawahan berpotongan lurus cukup terlihat kasual, baik dalam kondisi dimasukkan maupun dikeluarkan. Misalnya saja kemeja oxfords, plaid, chambray, corduroy atau model lain yang dapat Anda kombinasikan bersama celana jeans atau chino, kecuali celana bahan.

Sementara kemeja bermotif tertentu umumnya juga bisa dipakai dengan dua cara. Asalkan bukan kemeja yang terlihat berat seperti overshirt. Jika kemeja Anda punya potongan lurus dan bagian bawah terlalu panjang - sampai ke bagian paha - maka sebaiknya Anda masukkan. Daripada timbul salah paham terkait pakaian tersebut oleh orang-orang yang memandang.

Di sisi lain, kemeja yang bagian bawahnya terdapat potongan lengkung atau berbuntut harus selalu dimasukkan ke celana. Pada umumnya, kemeja kantoran adalah yang paling sering memiliki model seperti ini. Ketika Anda membiarkan bagian bawah kemeja menjuntai keluar begitu saja, Anda terkesan sebagai pribadi yang berantakan.

Menurut Angga, karyawan, ia justru memilih memasukkan kemeja di acara-acara kasual. “Sebenarnya tetap bisa kok, terlihat santai walau pakai kemeja. Malah, di acara formal, saya jarang memakainya,” tuturnya.

Selain hal-hal di atas, sangat disarankan memahami situasi yang akan Anda hadapi. Apakah jenis acaranya sesuai dengan model dan gaya kemeja Anda atau tidak. [GP]

SHARE