Ada Rasa Bersalah Di Balik Pembuatan Taj Mahal | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Ada Rasa Bersalah Di Balik Pembuatan Taj Mahal
Gading Perkasa | Story

Hari ini, 365 tahun yang lalu, bangunan arsitektur terindah di India, Taj Mahal selesai dibangun. Pendirinya adalah Kaisar Mughal Shah Jahan, sebagai mausoleum - bangunan makam luas dan megah - untuk istri tercintanya, Mumtaz Mahal yang meninggal dunia saat melahirkan.

pixabay

Namun, sebuah drama yang pernah dipentaskan di India mengindikasikan bahwa ada motif lain di balik pembuatan Taj Mahal. Benarkah gedung itu dibangun karena rasa bersalah?

Seperti dilansir dari BBC, seorang penulis dan pakar hubungan internasional berbasis di London, Dilip Hiro mengatakan, konflik adalah pendorong di setiap naskahnya. Dalam kasus Taj Mahal, ia mengeksplorasi konflik pada pasangan yang cintanya terukir sebagai kisah populer.

“Sebagai orang India, saya terkesima oleh Taj. Kisah konvensional di belakangnya adalah cinta abadi Shah Jahan kepada Mumtaz. Secara sederhana, ini bukan drama tentang kecantikannya, melainkan bagaimana meraih kekuasaan penuh sebagai kaisar.” tutur Hiro.

Hiro menulis naskah drama “Taj Mahal” dalam bahasa Inggris di era 1970-an dengan judul Tale of Taj. Tapi kali pertama pementasannya menggunakan bahasa Urdu --sebuah bahasa yang dipakai masyarakat India semasa pemerintahan Shah Jahan.

Mumtaz adalah istri ketiga sekaligus istri kesayangan Shah Jahan, sehingga kisah asmara mereka menjadi legenda. Ia digambarkan sebagai istri yang cantik, setia dan rela memiliki banyak anak dengan suaminya. Ketika melahirkan anak yang ke-14, Mumtaz meninggal dunia.

“Tapi, ada sisi lain yang tak banyak diketahui orang. Ia bukan istri cantik dan setia sama sekali, melainkan pecatur yang sangat hebat, jauh melebihi Shah Jahan. Ia juga ambisius dan kejam,” kata M. Sayeed Alam, sutradara kelompok teater Delhi Pierrot’s Troupe.

Para ahli sejarah setuju bahwa wanita-wanita kerajaan pada periode Mughal menerapkan otoritas politik yang signifikan. Kejutan dari drama ini berpusat di permainan catur dengan taruhan tinggi.

Kala itu, Mumtaz yang sedang hamil tua menantang Shah Jahan guna mempertaruhkan tahtanya. Alhasil, sang suami kalah. Ia pun naik tahta, mewujudkan ambisinya yang kejam.

Shah menyadari, ratunya harus segera dihentikan. Pertengkaran memperebutkan cap kerajaan berakhir tragis. Mumtaz jatuh dari ketinggian dan meninggal di tempat. Pertanyaannya, apakah itu murni sebuah kecelakaan atau ia sengaja didorong?

Drama tersebut memang tidak memberikan jawaban pasti bagaimana Mumtaz tewas. Tetapi ahli dan masyarakat India mulai menaruh kecurigaan, bahwa Kaisar Shah Jahan turut berperan dalam kematiannya. Jadi, benarkah Taj Mahal diciptakan sebagai perlambang kasih sayang, atau justru demi menutupi kasus pembunuhan? [GP]

SHARE