Vitalitas dari Daging Penyu? Ini Fakta Sebenarnya - Male Indonesia
Vitalitas dari Daging Penyu? Ini Fakta Sebenarnya
MALE ID | Sex & Health

Anggapan lama telah berkembang di masyarakat, bahwa daging penyu mampu tingkatkan vitalitas pria. Atas dasar itulah, banyak dari kaum adam mulai mengonsumsi penyu agar dapat memberikan kepuasan lebih kepada pasangannya di atas ranjang.

daging penyu - Male Indonesia

Sayang sekali, anggapan tersebut terbantahkan. Nyatanya, penelitian terbaru mengungkapkan bahaya mengonsumsi daging penyu bagi kesehatan. Bukan hanya dagingnya, telur penyu pun dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti gangguan saraf, penyakit ginjal hingga kanker hati. 

Dalam penelitian ini, tim dari Universitas Papua bersama Pusat Penelitian Sumberdaya Perairan Pasifik (P2SP2) dan Conservation International (CI) Indonesia melakukan survei di Pulau Venu, Kabupaten Kaimana. Hasilnya, kandungan logam berat pada daging dan telur penyu hijau dan penyu sisik telah melebihi batas aman untuk dikonsumsi.

“Penyu memang bisa kawin sampai enam jam, tetapi itu bukan berarti memakan mereka membuat kita kuat. Semakin banyak daging penyu yang dimakan, semakin tinggi kandungan logam berat masuk ke tubuh kita,” kata Ricardo Tapilatu, salah satu peneliti sekaligus Dosen Biologi Kelautan dan Konservasi Universitas Papua.

Sejumlah kandungan zat pada daging dan telur penyu di antaranya merkuri, kadmium, arsen, timah, seng, mangan, besi dan tembaga. Bahkan penyu hijau dan penyu sisik mempunyai kandungan merkuri, kadmium dan arsen berlebih dan bahaya bagi manusia.

Sebabnya, penyu merupakan hewan berumur panjang dan senantiasa berpindah tempat. Mereka melakukan kontak dengan laut tercemar dalam jangka waktu lama, sehingga makanan yang dikonsumsi oleh penyu terkontaminasi unsur-unsur logam berat.

Studi ini juga menunjukkan, populasi penyu mengalami penurunan drastis. “Contohnya penyu belimbing. Dari 15.000 sarang per tahun pada 2008, jumlahnya menurun, yaitu 2.000 sarang per tahun di 2011 dan menyusut lagi hingga 1.500 sarang,” ujar Ricardo.

Penyu berperan penting bagi konservasi lingkungan laut. Namun, menurut Ricardo,  mereka menghadapi ancaman serius akibat perilaku manusia. “penggunaan alat nelayan dapat mengancam kelangsungan hidup penyu, seperti kail pancing dan jaring. Sampah plastik juga menyebabkan kematian pada penyu yang tidak sengaja mengonsumsinya,” ujarnya lagi.

Berdasarkan penjelasan di atas, ada dua kerugian yang muncul bila Anda berniat mengonsumsi penyu guna vitalitas. Pertama, kandungan zat pada daging penyu justru mendatangkan risiko kesehatan di tubuh Anda. Dan yang terakhir, Anda turut andil dalam memusnahkan populasi penyu secara perlahan-lahan. Perlukah mengorbankan makhluk hidup lain demi memuaskan diri? [GP]

SHARE