Penderitaan Menuju Sukses Aktor Laga Pemeran Rambo | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Penderitaan Menuju Sukses Aktor Laga Pemeran Rambo
Gading Perkasa | News

Sylvester Stallone, siapa tak kenal aktor gagah yang satu ini? Mulai dikenal lewat penampilannya di film Rocky dan Rambo, ia merupakan salah satu aktor laga terbaik di jagat perfilman Hollywood.

Michael Schilling/wikipedia

Ternyata, di balik kesuksesannya, pria yang pernah bermain di film Escape to Victory bersama legenda hidup sepak bola Brasil, Pele ini menyimpan sejumlah sisi lain. Bisa jadi itu tidak diketahui oleh banyak orang, termasuk Anda. Apa saja? Baca kelanjutannya di bawah, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber.

Lahir dengan Saraf Rusak
Sylvester Stallone lahir di New York, 6 Juni 1946. Sang dokter yang menangani kelahirannya tidak sengaja merusak sarafnya. Sebagian wajah Stallone lumpuh, dan itu alasan mengapa wajahnya terlihat agak sedikit merengut.

Hidup Miskin
Masa mudanya, ia dan keluarganya sangatlah miskin. Saking miskinnya, ia terpaksa menjual anjing kesayangannya seharga 50 USD. Saat sudah sukses sebagai aktor, tebak apa yang dilakukannya. Ia membeli kembali anjingnya dengan harga 3.000 USD!

Sempat Bekerja di Salon
Stallone bermasalah di sekolah di usia remaja, sehingga sang ibu mengirimnya bekerja di salon milik keluarga. Kali pertama bekerja, ia harus mewarnai rambut seorang pelanggan. Surprised?

Menjadi Korban Bullying
Dalam tiap filmnya, Stallone kerap tampil sebagai pria gagah dan ditakuti banyak tokoh antagonis. Namun siapa sangka, sewaktu masih muda ia mengalami bullying. Di suatu momen, ia melawan balik dan bahkan sempat menjadi pelaku bullying.

Awal Mula Terjun di Dunia Perfilman
Ketika film Rocky (1976) disetujui oleh produser Irwin Winkler, Stallone kala itu hanya memiliki uang 106 USD di dalam kantung celananya.

Menolak Bayaran Tinggi Tawaran Iklan Bir  

Gage Skidmore/flickr

Di tahun 1988, Stallone ditawari kontrak iklan bir Amerika sebesar 4 juta USD - jumlah yang besar di era tersebut - dengan ketentuan ia harus memotong rambutnya. Tawaran iklan ditolak mentah-mentah oleh Stallone. Meski perusahaan bir menambahkan 1 juta USD lagi supaya ia mau mencukur rambutnya, jawabannya tetaplah tidak.

Hobi Melukis
Hobi Sylvester Stallone adalah melukis menggunakan cat minyak di sela-sela waktu luangnya. Adapun pelukis legendaris, Leonardo da Vinci dianggap sebagai pahlawannya.

Menolak Banyak Peran

Banyak peran besar ditolak Stallone, dan tak diketahui jelas alasannya. Seperti peran utama dalam film Superman (1978), Coming Home (1978), Beverly Hills Cop (1984), Witness (1985), Die Hard (1988), Pulp Fiction (1994), Face/Off (1997), Rules of Engagement (2000), dan Death Proof (2007). Semua peran itu lantas diberikan pada aktor besar lainnya.

Membenci Senjata
Di setiap film, Stallone sering beraksi memegang dan menggunakan senjata. Padahal di dunia nyata, ia sangat membencinya. Dilansir dari The Daily Beast, ia adalah seseorang paling anti senjata di Hollywood. [GP]

SHARE