Alfred Rosenberg, Arsitek Dibalik Idiologi Nazi | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Alfred Rosenberg, Arsitek Dibalik Idiologi Nazi
Sopan Sopian | Story

Buku harian dengan tebal 400 halaman milik Alfred Rosenberg ditemukan pada tahun 2010 lalu. Kemudian pada 2013, buku milik kaki tangan pimpinan Nazi, Adolf Hitler itu dikupas. Menurut Reuters dalam laporan eksklusifnya, buku harian ini menawarkan wawasan baru tentang persinggungan Rosenberg dengan Hitler dan pemimpin Nazi lainnya, termasuk Heinrich Himmler dan Herman Goering.

[caption id="attachment_4602" align="aligncenter" width="800"]Alfred Rosenberg Bundesarchiv,-Bild/wikimedia[/caption]

Menurut pihak Pemerintah Amerika Serikat dan Museum Holocaust di AS, seperti dikutip dari laman National Geographic, penaksiran isi buku harian ini akan membuka tabir rantai tertinggi kepemimpinan Nazi. Buku catatan pribadi miliknya ini sebenarnya sempat hilang pasca hukuman mati Rosenberg pada tahun 1946.

Buku hariannya itu, menurut Holocaust Memorial Museum di Washington menyatakan, ada rincian tentang pendudukan Jerman di Uni Soviet dan Eropa Timur lainnya, termasuk rencana pembunuhan massal orang Yahudi. Pemikiran itu pun nyatanya termaktub dalam buku "Best Seller"-nya yaitu The Myth of the Twentieth Century yang menjadi "kitab suci" pergerakan Nazi.

Buku ini kemudian diterjemahkan di seluruh Eropa dan menumbuhkan antisemit. Sayangnya, bahasa yang digunakan Rosenberg begitu dibesar-besarkan dan rumit, penuh dengan pseudo-scientific (sains mengada-ada), dan prinsip semi-mistik. Teksnya berisi kebencian pada kaum Yahudi, bangsa Rusia, Polandia, Ceko, dan bangsa manapun yang dianggapnya "di bawah manusia".

Sebagai pemimpin, Hitler sendiri menganggap buku The Myth of the Twentieth Century adalah "sesuatu yang tidak bisa dimengerti siapapun". Tidak sedikit yang menyangka bahwa pemikiran Hitler juga dipengaruhi oleh ideologi Rosenberg.

Kenal dengan Hitler
Dia bernama lengkap Alfred Ernst Rosenberg. Pria kelahiran 12 Januari 1893 di Reval di Kekaisaran Rusia (sekarang dikenal sebagai Tallinn , ibukota modern Estonia untuk keluarga Baltik Jerman). Dia wafat pada 16 Oktober 1946 di Nürnberg.

[caption id="attachment_4601" align="aligncenter" width="800"]Alfred Rosenberg Bundesarchiv,-Bild/wikimedia[/caption]

Rosenberg adalah keturunan orang kaya pada jamannya, di mana Ayahnya, Waldemar Wilhelm Rosenberg adalah seorang pedagang kaya dari Latvia. Ibunya, Elfriede (née Sire), berasal dari Estonia.

Menurut penelitian terbaru, berdasarkan kelahiran dan kematian catatan dari paroki--komunitas kaum beriman yang dibentuk secara tetap dengan batas-batas kewilayahan tertentu dalam Keuskupan (Gereja Partikular), Estonia dan Latvia, ayah Rosenberg Wilhelm setengah Estonia setengah Latvia asal, dan ibunya Elfriede adalah Jerman dengan latar belakang awalnya Perancis.

Setelah ia selesai sekolahnya, Rosenberg belajar arsitektur Riga Polytechnical Institute dan teknik di Sekolah Teknik tertinggi Moskow. Pada tahun 1917, Alferd Rosenberg dianugerahi gelar Ph.D.

Revolusi Rusia (1917) mengubah hidup keluarganya, karena mereka bagian dari kelompok kontra-revolusioner (Whites) dan gagal pada perang saudara itu atas The Reds, akhirnya keluarga membawa Rosenberg ke Jerman pada tahun 1918. Dari sanalah, kebencian mendalam terhadap komunisme dan semua hal komunis. Bahkan, dia percaya orang-orang Yahudi juga ikut bertanggung jawab untuk keberhasilan The Reds, karena salah satu tokoh penting dalam revolusi Rusia itu ada nama Leon Trotsky, seorang Yahudi.

Kebenciannya terhadap komunisme, Rosenberg menjadi sangat terlibat dalam-Dunia pasca Perang I adegan ultra-nasionalis di Munich. Pada awal 1919 dia menjadi anggota awal organisasi Partai Nazi (Deutsche Arbeiterpartei atau DAP). Dia pun rajin menulis dan terkenal sebagai penulis traktat antisemitisme yang membawanya berkenalan dengan Dietrich Eckart, salah satu promotor yang berpengaruh Adolf Hitler. Pada saat itu juga, Alferd Rosenberg menjadi editor senior di salah satu surat kabar pada tahun 1023.

Pada tanggal 9 November, 1923, Rosenberg berpartisipasi dalam Munich Beer Hall Putsch, yang mengakibatkan penangkapan Hitler. Saat berada di jeruji besi, Rosenberg menjadi pemimpin sementara Partai Nazi. Hitler sengaja menunjuk Rosenberg karena tahu bahwa Rosenberg lemah dan malas. Sehingga dia (Hitler) akan tetap menjadi pimpinan Nazi.

Setelah Hitler bebas, Rosenberg kembali menjadi editor surat kabar dan mulai karya adiluhungnya, yaitu The Myth of the Twentieth Century yang diterbitkan pada tahun 1930 dan menjadi "kitab suci" pergerakan Nazi. ** (SS)
SHARE