Truth or Dare, Bukan Sekadar Permainan Biasa | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Truth or Dare, Bukan Sekadar Permainan Biasa
Sopan Sopian | Review

Truth or Dare merupakan film bergenre horor-thriller yang disutradari oleh Jeff Wadlow. Film ini mengangkat tema sederhana dalam permainan klasik. Dari judul filmnya saja Anda sudah tahu permainan ini seperti apa.

Ya, Truth or Dare adalah permainan "jujur dan berani/tantangan" dalam Indonesia. Permainan ini memang dimainkan oleh lebih dari dua orang dalam mengungkap kejujuran setiap peserta permainan, jika memilih "jujur/truth". Jika peserta yang dapat giliran memilih "tantangan/dare" akan diminta tantangan oleh peserta lain dan harus melakukannya.

Film yang ditulis Jillian Jacobs dan Michael Reisz ini dimainkan oleh pemain-pemain muda seperti Lucy Hale, Tyler Posey, Violett Beane, Hayden Szeto, Landon Liboiron, Nolan Gerard Funk, Sophia Ali, Sam Lerner, Aurora Perrineau, Tom Choi dan Gary Anthony Williams.

Ringkasan
Film ini berangkat dari acara liburan musim semi yang dilakukan oleh sekolompok sahabat, yakni Olivia Barron, Markie Cameron dan sang kekasih, Lucas Moreno serta teman-teman Lucy lainnya seperti  Penelope Amari dan kekasihnya, Tyson Curran bersama Brad Chang ke Mexico.

Di sana keenam anak muda yang masih duduk di kursi perkulian ini menikmati dance party di sisi pantai yang pecah dengan iringan musik yang menggelora. Seperti party yang biasa diadakan anak muda lainnya, ajang party ini tentu menjadi momen bagi mereka yang single untuk mendekati atau sekadar berkenalan dengan peserta party lainnya.

Dalam party itu, hanya Olivia yang tidak ikut berdansa. Saat ingin mencari minuman segar, Olivia bertemu dengan Carter di meja bar. Merasa obrolan itu selaras, keduanya tidak sadar bahwa party telah ditutup. Karena tidak ingin menyia-nyiakan liburan, keenam sahabat itu menginginkan tempat lain untuk bersenang-senang.

Carter sebagai kenalan Olivia mengajak mereka untuk pergi ke sebuah kuil kuno untuk kembali berpesta minuman dan mengajak bermain truth or dare. Permainan ini awalnya biasa saja. Mereka saling jujur dan memberikan tantangan konyol. Permainan menjadi menegangkan ketika Carter membeberkan alasan mengajak semua bermain permainan klasik itu.

Mengejutkannya, permainan yang biasa ini justru memakan korban bagi mereka yang memainkannya. Mereka yang tidak jujur atau tidak melakukan tantangan seperti pilihannya akan mengalami nasib tragis dengan taruhan nyawa. Bahkan hingga mereka pulang dari Meksiko. Permainan ini terus mengikutinya. Di sinilah ketegangan-ketengan muncul. Bagaimana nasib Olivia dan teman-temannya? Apakah selamat dari jeratan permainan? 

Highlight
Secara teori, film ini bisa sangat sensasional, di mana serangkaian dakwaan dan pengakuan yang semakin memalukan mengarah pada potongan-potongan yang berlebihan seperti yang ada dalam seri "Final Destination".

Namun Jeff Wadlow sepertinya ingin mencerminkan ketakutan lain yang akan dirasakan penonton. Ketakutan itu dimunculkan saat giliran peserta di tanya "truth or dare?" oleh peserta lain yang seperti kerasukan iblis. 

Bagi mereka yang mendapatkan giliran dan mengabaikan pertanyaan itu. Akan terus diintai pertanyaan "truth or dare". Bahkan tidak tanggung-tanggung, bagian tubuh akan terasa terbakar dan membentuk kalimat tanya "truth or dare?"

Truth or Dare tidak lebih dari sebuah antitesis dari Jason Blum dan Blumhouse Entertainment yang sukses sebelumya dengan Get Out dan Happy Death Day. Meskipun dapat dikatakan demikian, dalam film yang berdurasi 100 menit ini memiliki kekhasannya, yakni senyum ala Iblis yang membuat merinding ketika sang peserta pemain menanyakan "truth or dare" ke peserta lain yang mendapatkan giliran.

Kesan dalam film ini seperti menitik beratkan bahwa kejujuran adalah hal paling sulit untuk diungkapkan oleh setiap manusia. Mereka lebih memilih "tantangan/berani/dare". Hasil akhirnya, film ini akan membawa penonton pada ketakutan saat bermain permaianan klasik ini. Mudah untuk diingat dan mengerikan. ** (SS)

SHARE