Kacamata Pintar Terbaru Snapchat, Apa Menariknya? | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Kacamata Pintar Terbaru Snapchat, Apa Menariknya?
Gading Perkasa | Digital Life

Induk usaha Snapchat, Snap, baru saja merilis perangkat kacamata pintar generasi terbaru mereka. Perangkat itu tidak lain adalah Spectacles. Kehadiran Spectacles agak mengejutkan, mengingat penjualan untuk versi pertama tidak terlalu baik.

kacamata pintar - male Indonesiapikwizard.com

Seperti dilansir dari CNBC, Spectacles generasi terbaru dibanderol dengan harga lebih tinggi dibanding generasi pertamanya, yakni 150 USD atau setara 2 juta rupiah. Kacamata pintar ini hadir dalam tiga varian warna: onyx, ruby dan sapphire.

“Kami ingin mendengarkan apa yang diinginkan oleh pelanggan. Karena itu kami menghadirkan pembaruan yang lebih baik pada Spectacles generasi baru,” ujar Mark Randall selaku Vice President of Hardware Snap.

Lalu, apa bedanya Spectacles generasi terbaru dibandingkan versi lawas? Perbedaan pertama terletak pada kemampuan water resistant yang membuat perangkat bisa digunakan di dalam air. Dimana pengguna bisa membawanya berenang serta mengabadikan foto maupun video secara High Definition.

Perbedaan berikutnya yaitu kecepatan performa kacamata. Spectacles versi baru bisa mengunggah foto dan video lebih cepat dan bisa ditampilkan langsung melalui platform Snapchat. Sedangkan kacamata pintar generasi pertama hanya memiliki performa standar. Terakhir, Snap hanya memilih menjualnya secara online di spectacles.com.

Pada Spectacles generasi pertama, pihak Snap menaruh harapan tinggi bahwa produknya akan laris di pasaran. Berdasarkan laporan terbaru, disebutkan Snap mengalami kerugian besar, tepatnya 40 juta USD atau sekitar 541 juta rupiah.

Kerugian ini terungkap dalam laporan kinerja keuangan Snap kuartal III 2017, sebagaimana dilansir Wareable. Laporan mencatat adanya kelebihan persediaan stok dan biaya lainnya akibat gagalnya penjualan Spectacles.

CEO Snap Inc, Evan Spiegel mengaku pihaknya telah membuat kesalahan strategi dengan memproduksi terlalu banyak unit Spectacles di tahap awal. “Kami saat itu sangat yakin terhadap penerimaan pasar di awal. Karena terlalu yakin, kami membuat keputusan yang salah,” katanya.

Semuanya bermula dari ucapan Spiegel beberapa waktu lalu yang menyebutkan, penjualan Spectacles telah melampaui penjualan iPod di tahun pertamanya. Sayang sekali, prediksinya terbukti keliru lantaran puluhan ribu unit Spectacles versi pertama tidak laku dan menumpuk di gudang.

Menurut sumber, Spectacles terdahulu hanya terjual sebanyak 150.000 unit. Dan setengah dari total pengguna mulai berhenti memakainya, setelah empat minggu dari masa pembelian.

Kurangnya ketertarikan konsumen terhadap Spectacles menjadi bukti, langkah Snap memasuki bisnis perangkat keras dinilai kurang tepat. Oleh karenanya mereka berharap, pengembangan software di produk terbarunya bisa meningkatkan penjualan dan tidak mengulangi kegagalan di masa lalu. [GP]

SHARE