Pecinta Motor Tua RX-K Pertama di Indonesia - Male Indonesia
Pecinta Motor Tua RX-K Pertama di Indonesia
MALE ID | Sport & Hobby

Antusiasme orang terhadap motor tua di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya motor-motor mengaspal di jalanan kota, kendati pabrikan terkait sudah berhenti memproduksinya sejak lama.

HRKI Indonesia

Motor tua yang beredar juga tidak sembarangan. Mayoritas terawat dengan mulus, bahkan masih menggunakan part orisinil atau bawaan pabrik. Alhasil, baik motor maupun pengendaranya senantiasa dilirik pengendara lain ketika melintasi sudut-sudut kota.

Salah satu komunitas di Jakarta, Himpunan RX K Indonesia (HRKI) boleh dibilang turut andil dalam melestarikan geliat motor tua di Indonesia. HRKI didirikan pada 5 Agustus 2017 di Bogor oleh lima orang, yaitu Rian, Yogi, Hadi OC, Ambon dan Muksin.

“Tujuan sebenarnya HRKI didirikan adalah melestarikan Yamaha RX-K di Indonesia. Selain main motor, kami juga aktif mengadakan kegiatan bakti sosial,” kata Yogi Gesang selaku Humas HRKI kepada MALE Indonesia.

Di samping itu, lanjut Yogi, HRKI juga merupakan organisasi. Sebab terdaftar di Dephankam dan telah memiliki legalitas. Jumlah anggotanya sampai saat ini sekitar 75 orang dari berbagai provinsi. Susunan organisasinya yakni Toni Jaya (ketua), kemudian Hadi OC (wakil ketua), Ucok “RX-K” (bendahara) dan Yogi sebagai humas.

HRKI Indonesia

Kegiatan yang telah mereka lakukan yaitu ke luar kota (touring) mengunjungi korwil di Bandung pada malam tahun baru 2018 lalu. Sebelumnya, pada November 2017, mereka sempat berpartisipasi di acara Datsun di Mall Bale Kota Tangerang. “Motor-motor kami dipajang di sana selama beberapa hari,” ujar Yogi.

Syarat utama untuk bergabung ke HRKI sama seperti proses pendaftaran komunitas motor pada umumnya. Setiap anggota harus memenuhi administrasi, dimana nantinya mereka akan mendapatkan kaus dan seragam. Pendaftaran juga disesuaikan dengan domisili (korwil DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur).

Yogi mengatakan, bahwa tidak ada orientasi atau pelantikan khusus bagi setiap anggota baru. “Kami cuma mengumpulkan sesama penghobi RX-K. Kopdar kami juga satu bulan sekali. Soalnya, mayoritas anggota adalah pekerja. Bila ada yang berhalangan tidak masalah, asalkan ada pemberitahuan sebelumnya,” tuturnya.

HRKI Indonesia

Mereka akan mengadakan anniversary pertamanya pada Agustus 2018 mendatang di daerah Jawa Timur. Isi kegiatannya berupa temu kangen pengguna RX-K, bakti sosial dan membahas rencana kerja ke depannya.

Sebagai catatan, HRKI adalah komunitas khusus motor RX-K pertama di Jakarta, bahkan Indonesia. Oleh karenanya masing-masing anggota berharap agar seluruh pecinta RX-K berkumpul menjadi satu dan sama-sama mencurahkan hobi tanpa harus membentuk klub baru.

“Tujuan lain kami mendirikan koperasi demi kepentingan anggota. Koperasi ini akan membantu mereka memperoleh sparepart RX-K secara mudah dan terjangkau. Tahu sendiri kan, sparepart-nya sudah kian langka. Meskipun ada, harganya pasti mahal,” ucapnya.

HRKI Indonesia

Kepada MALE Indonesia, ia menjelaskan proses restorasi RX-K cukup rumit. Berdasarkan pengalamannya, butuh biaya sekitar 15-20 juta rupiah membangun motor dari nol. Sementara bagi yang ingin full orisinil, bisa tembus di angka 30 juta rupiah. Namun itu bergantung pada kelengkapan part serta proses pengecatan.

Mengapa memilih RX-K? Yogi mengaku motor tua ini cenderung langka, klasik dan berbeda dari motor-motor lain. Keawetan mesin juga terbukti, terutama bagian blok dan head yang bandel tanpa harus diganti dengan yang baru. “Motor lain kencang itu lumrah, apalagi cc-nya besar. Ini motor tua, lahir tahun 80-an tapi bisa mencapai 120 km/jam, bahkan lebih,” katanya.

Salah satu pencetus HRKI, Rian mengamini hal tersebut. “RX-K itu mesinnya tahan banting, mudah perawatannya. Memang sih, motor-motor sekarang banyak yang kencang. Tapi soal gagah, RX-K juaranya. Sangar di jalan, enak dipandang,” tutur Rian.

HRKI Indonesia

“Tidak masalah memakai RX-K sebagai motor harian. Asalkan Anda rajin mengecek oli samping. Jangan sampai telat atau kurang,” tuturnya lagi.

Tips bagi mereka yang ingin memiliki RX-K, periksa lebih dulu bagian chassis. Karena, kata Yogi, biasanya motor sering dibuat balapan resmi dan liar. Sehingga chassis dipotong di bagian belakang. Perhatikan juga sumbu roda dan kehalusan bunyi mesin. Alangkah baiknya mengajak orang yang ahli.

“Jangan lupa mengutamakan safety riding dan kelengkapan surat, saling menghormati sesama pengguna motor tua, entah di dunia nyata maupun sosial media. Yang terakhir, salam satu aspal,” katanya sembari menyudahi wawancara dengan MALE Indonesia. [GP]

SHARE