Perdebatan Eksistensi Makhluk Penghuni Loch Ness | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Perdebatan Eksistensi Makhluk Penghuni Loch Ness
Gading Perkasa | Story

Bisa dibilang, naga merupakan makhluk legenda misterius paling terkenal di muka bumi. Tapi tahukah Anda, bahwa masih ada satu lagi makhluk yang eksistensinya masih menjadi perbincangan hangat sampai saat ini?

makhluk legenda - male Indonesiapixabay.com

2 Mei 1933, koran lokal Skotlandia menghebohkan dunia ketika menulis berita tentang kesaksian warga yang mengaku menyaksikan hewan besar terjun di permukaan Danau Loch Ness. Sontak kemunculan makhluk legenda yang terjadi di awal abad ke-20 itu menjadi fenomena media.

Bahkan, berbagai surat kabar di London, Inggris sampai mengirimkan para korespondennya untuk mengulas kisah tersebut. Tidak ketinggalan, satu sirkus menawarkan sejumlah uang bagi siapa saja yang bisa menangkap sang monster hidup-hidup.

Para pakar peneliti makhluk legenda Loch Ness menemukan selusin referensi dengan nama “Nessie” di sejarah Skotlandia. Acuan yang berasal dari tahun 500 M ini menyebut adanya ukiran makhluk air misterius di batu sekitar Loch Ness.

Referensi paling awal terkait Loch Ness bermula pada abad ke-7, biografi dari Saint Columba --misionaris Irlandia yang mengenalkan agama Nasrani ke Skotlandia. Berdasarkan catatan itu, Columba tengah dalam perjalanan menemui raja dari utara.

wikipedia

Di Loch Ness, ia (Columba-red.) sering mendengar kabar adanya makhluk yang membunuh manusia. Saat akhirnya bertemu si makhluk, Columba meneriakkan nama Tuhan. Sehingga, tidak ada lagi gangguan monster.

Kembali ke masa modern tahun 1933, surat kabar di Inggris, Daily Mail mengirim pemburu hadiah, Marmaduke Wetherell guna melacak Nessie. Dalam hitungan hari, Wetherell menemukan jejak kaki raksasa.

Karena penemuan Wetherell, Daily Mail dengan berani menuliskan headline: “Monster Loch Ness Bukanlah Legenda, Melainkan Fakta”. Padahal, telusur tapak oleh British Natural History Museum menyebutkan, bahwa itu adalah jejak kuda nil dan lantas menyurutkan minat warga mengenai monster Loch Ness.

Kebohongan besar

Juli 2003, kisah sang makhluk legenda Loch Ness kembali menyeruak ke permukaan. Kali ini lantaran penemuan kerangka (fosil) makluk laut yang memiliki panjang sebelas meter. Makhluk tersebut adalah plesiosaurus --predator di laut zaman prasejarah, sekitar 200 juta sampai 65 juta tahun silam.

Sang penemu fosil yaitu Gerald McSorley, pedagang barang bekas asal Stirling, Skotlandia. “Saya selalu yakin mengenai adanya monster Loch Ness. Kesamaan antara fosil dan penampakan kelihatan sangat mirip,” ujar McSorley.

Sayangnya, para ahli dari National Museum of Scotland kembali menyanggah. “Penemuan ini merupakan contoh baik dari plesiosaurus. Tapi, ada bukti menyatakan bahwa fosil datang dari luar kemudian ditempatkan di situ,” kata Lyall Anderson, paleontolog. [GP]

SHARE