Terlalu Sering Mandi, Punya Bahaya Terhadap Kulit - Male Indonesia
Terlalu Sering Mandi, Punya Bahaya Terhadap Kulit
MALE ID | Sex & Health

Jika seseorang keseringan mandi, biasanya ia dianggap sebagai pribadi yang sangat memedulikan kesehatannya. Karena memang, dengan membilas tubuh, segala kuman dan bakteri yang menempel akan lenyap.

keseringan mandi - Male IndonesiaPhoto by Genessa Panainte on Unsplash

Kendati demikian, hasil penelitian terbaru mengungkap, keseringan mandi apalagi rutin dilakukan setiap hari ternyata dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit, terutama pria. Kenapa begitu?

Seperti dilansir dari Daily Mail, menurut Elaine Larson, ahli penyakit menular di Columbia University School of Public Health, keseringan mandi bisa mengurangi hidrasi kulit. Membuatnya menjadi kering dan pecah-pecah, sehingga kuman lebih mudah masuk ke dalam tubuh.

“Banyak orang percaya bahwa mandi akan mengurangi risiko penyakit. Padahal, fungsinya hanyalah menghilangkan bau di tubuhnya,” kata Larson.

Hal serupa juga disinggung oleh Brandon Mitchell, asisten profesor ilmu penyakit kulit di George Washington University School of Medicine & Health Sciences. Ia menjelaskan, mencuci dan menggosok kulit bisa menghilangkan minyak alaminya - mengganggu ‘bakteri baik’ - yang mendukung sistem kekebalan tubuh seseorang.

Ditambahkan oleh Mitchell, mandi satu atau dua kali dalam waktu seminggu cukup untuk memperoleh manfaatnya. “Tidak perlu mandi setiap hari. Tubuh kita merupakan mesin minyak alami. Saya merasa, kebanyakan orang mandi terlalu sering,” ujarnya kepada Time.

Ia menyarankan setiap orang supaya mandi satu kali sehari saja apabila ingin kulitnya tetap sehat dan terhidrasi. Serta merekomendasikan untuk tidak mencuci seluruh tubuh dengan sabun, melainkan hanya berfokus di area-area yang berpotensi menimbulkan bau, seperti ketiak dan kaki.

Sedangkan menurut Larson, sebaiknya seseorang lebih fokus mencuci tangan dan membersihkan pakaian. Tujuannya adalah menghilangkan sel-sel kulit mati serta mencegah penyakit.

Studi lain yang dipublikasikan pada Januari 2017 lalu menemukan bahwa keseringan mandi bisa membahayakan ‘habitat’ bakteri baik, virus dan binatang kecil lain di dalam tubuh.

Peneliti dari University of Utah tersebut menganalisis penduduk di pedalaman Amazon. Hasilnya, mereka memiliki keragaman bakteri dan fungsi genetik tertinggi yang pernah ada di kelompok manusia. Para peneliti juga menyimpulkan, sebagian besar orang ‘terlalu bersih’, dan itu berpengaruh terhadap populasi mikroba di tubuh mereka. [GP]

SHARE