Jim Morrison, Pujangga Rock yang Menyimpan Misteri - Male Indonesia
Jim Morrison, Pujangga Rock yang Menyimpan Misteri
MALE ID | News

Nama Jim Morrison adalah satu dari sekian banyak frontman di kancah musik rock yang paling tersohor. Meski telah tiada sejak lebih dari empat dekade, sosoknya masih dianggap sebagai simbol rock abadi. Ia dikenal sukses memadukan elemen-elemen musik, puisi, drama dan aksi panggung liar.

pxhere

Bersama band-nya, The Doors, Jim Morrison merengkuh kesuksesan masif. Penjualan rilisan fisik meledak, sekaligus dipandang sebagai sosok pria yang digilai kaum hawa. Istilah ‘Sex, Drugs, and Rock n Roll’ pun melekat di dalam diri Morrison.

Beragam kisah dan kontroversi juga sempat singgah mengitari lika-liku kehidupannya. Tak ayal, ia bertransformasi menjadi representasi akan kebebasan dan pemberontakan yang nyata.

Sejak kecil, pemilik nama James Douglas Morrison ini kerap berpindah tempat tinggal karena ia adalah putra seorang angkatan laut Amerika. Dirinya tumbuh sebagai remaja dengan kepribadian ganda yang fluktuatif. Di satu sisi, ia cerdas, sopan dan punya daya tarik luar biasa. Sementara di sisi lain, ia bengal, kasar dan tak memberi kompromi kepada siapa pun.

Jim Morrison mulai menarik diri dari lingkungan sosial. Ia mencurahkan hobinya berupa bacaan sastra klasik Nietzsche, Jean Paul Sartre, Franz Kafka hingga William Blake. Dirinya juga seorang penggila puisi, maka jangan heran bila di dalam karya-karya The Doors tersirat pemikiran terkait refleksi kehidupan yang telah ia lalui.

Singkat cerita, ia dan teman semasa kuliah, Ray Manzarek, sepakat membentuk grup rock bernama The Doors, terinspirasi dari penggalan bait dalam puisi William Blake bertajuk The Marriage of Heaven and Hell. Gitaris blues handal Robby Krieger serta penabuh drum jazz John Densmore turut bergabung di band tersebut.

Empat sekawan ini memulai petualangannya di beberapa klub di sekitar Los Angeles. Pada satu malam, mereka berbuat onar di klub legendaris bernama Whiskey a Go Go. Ketika memainkan lagu kontroversial, The End di bawah pengaruh LSD (Lysergyc Acid Diethylamide, semacam sari jamur kering yang ampuh mengubah suasana hati), ia melakukan hal tak pantas secara sengaja. Pemilik klub marah dan menolak menggunakan kembali jasa mereka.

Elektra Records/wikipedia

Rupanya, penampilan mereka menarik perhatian Paul Rotchild, petinggi label rekaman Elektra. Paul mengajak Morrison dkk bergabung ke label tempatnya bekerja dan menawarkan diri menjadi produser. Album debut mereka, Self-Titled rilis di tahun 1967, dengan single andalan Light My Fire yang bercerita tentang pengalaman liar sex and drugs.

The Doors langsung menjadi band populer seantero jagat kala itu, menyaingi The Beatles dan The Rolling Stones. Hanya saja, kehidupan Jim Morrison mulai berantakan. Ia terjerumus ke dalam pengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang. Label superstar membawa kehancuran pada dirinya dan The Doors.

Tidak terhitung kontroversi yang sempat mengitari kehidupan pribadinya. Ia harus ditangkap pihak berwajib berkali-kali lantaran melakukan tindakan amoral. For your information, Jim Morrison adalah musisi rock pertama yang ditahan saat tampil di atas panggung.

9 Desember 1967, ia digelandang polisi setempat akibat berduaan bersama wanita di kamar mandi. Selang waktu satu bulan, dirinya dilaporkan mabuk dan membuat kegaduhan di Las Vegas. Morrison kedapatan sedang menghisap ganja. Pria bersuara bariton itu juga pernah didenda atas tindakan masturbasi di depan umum saat konser di Miami, 1 Maret 1969.

Dua tahun kemudian, tepatnya di tahun 1971, The Doors merilis album bertajuk L.A Woman. Morrison mengambil jeda rehat dan pindah ke Paris bersama sang kekasih, Pamela Courson. Di sana, mereka berdua menghabiskan waktu dengan membaca dan menulis puisi.

Tanggal 3 Juli 1971, ia ditemukan sudah tidak bernyawa oleh kekasihnya di apartemen Rue Beautreillis, Paris, Prancis. Morrison meninggal dunia di usia 27 tahun. Sayang, kematiannya menyisakan misteri. Menurut laporan dokter di Paris, ia tewas akibat serangan jantung. Ada juga versi yang menyebutkan penyebabnya antara lain overdosis heroin dan alkohol.

Terlepas dari segala kontroversi terkait dirinya, Jim Morrison adalah ikon rock sejati yang mampu menembus batas lintas generasi. Ia bak bintang, dewa bagi seluruh penggemar di seluruh dunia. Namanya akan tetap abadi di hati pecinta musik rock. [GP]

SHARE