Asyik Nih, Makan Pasta Berat Badan Bisa Turun - Male Indonesia
Asyik Nih, Makan Pasta Berat Badan Bisa Turun
MALE ID | Sex & Health

Banyak orang berasumsi bahwa mengurangi karbohidrat seperti konsumsi pasta mampu membuat berat badan melonjak. Rupanya, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

konsumsi pasta - male Indonesiapixabay.com

Apakah Anda tergolong suka makanan pasta? Bila iya, maka ada kabar baik untuk Anda. Menurut studi yang dipublikasikan pada BMJ Open, konsumsi pasta bisa membantu penurunan berat badan.

Mengapa bisa demikian? Para peneliti di rumah sakit St. Michael, Toronto, Kanada, melakukan review sistematis dan meta-analisis dari 30 uji coba terkontrol secara acak. Peneliti melibatkan 2.448 partisipan yang sering mengonsumsi pasta dibanding karbohidrat lain.

Peserta diminta menyantap sekitar 3,3 porsi pasta dalam kurun waktu seminggu, serta mempertahankan pola makan rendah glikemik. Tidak seperti karbohidrat olahan kebanyakan - kue, roti dan biskuit - yang bisa terserap ke aliran darah secara cepat, pasta mempunyai indeks glikemik cukup rendah.

Artinya, pasta hanya menyebabkan kenaikan kadar gula yang jauh lebih sedikit dibandingkan makanan dengan indeks glikemik tinggi lainnya. Di samping itu, makanan yang memiliiki indeks glikemik rendah antara lain roti gandum, apel, aprikot, jeruk, oat, yogurt, susu dan kacang-kacangan.

Ahli nutrisi di rumah sakit St. Michael, John Sievenpiper mengatakan, konsumsi pasta tidak memengaruhi berat badan. “Studi ini menemukan fakta, bahwa pasta tidak berkontribusi pada kenaikan berat badan dan peningkatan lemak tubuh,” kata Sievenpiper.

“Faktanya, hasil analisis justru menunjukkan kalau makan pasta membantu menurunkan berat badan meskipun sedikit. Pasta bisa menjadi bagian dari diet sehat,” katanya lagi.

Lebih lanjut kata Sievenpaper, studi tersebut berbanding terbalik dengan kekhawatiran sebagian besar orang yang mengatakan jika pasta membuat gemuk. “Penelitian ini penting, mengingat pesan negatif yang membanjiri publik terkait karbohidrat sehingga memengaruhi pilihan makanan mereka. Itu terbukti dari berkurangnya asupan karbohidrat, terutama pasta,” ujarnya.

Kendati demikian, perlu diingat apabila penelitian yang dilakukan oleh tim Sievenpiper hanya menghitung manfaat pastanya saja. Tidak menyertakan jumlah kalori pada saus dan topping-nya.

Sementara menurut ahli gizi Rhiannon Lambert, ia beranggapan bahwa seseorang harus mengurangi karbohidrat ketika mencoba menurunkan berat badan sebenarnya keliru. “Jika ingin berat badan berkurang, kontrol porsi makan, diet yang disesuaikan dengan kebutuhan. Lakukan juga olahraga sehingga membakar lebih banyak kalori daripada yang kita makan,” tuturnya. [GP]

SHARE