Cuma Mengkhayal, Kini Bisa Menciptakan Gambar - Male Indonesia
Cuma Mengkhayal, Kini Bisa Menciptakan Gambar
MALE ID | Digital Life

Saat menciptakan gambar, tentu Anda akan menyediakan pensil dan alat gambar lainnya. Jika pun dalam gambar digital, tentu Anda harus memiliki software atau aplikasi untuk mendukung apa yang ingin Anda gambar.

menciptakan gambar - Male Indonesiapxhere.com

Namun, atas sebuah penemuan baru, kini menciptakan gambar tidak lagi mempersiapkan hal tersebut. Anda hanya butuh mengkhayalkan atau memikirkan apa yang ingin Anda gambar. Ahli saraf di University of Toronto di Scarborough telah membentuk metode baru untuk menciptakan gambar yang dirasakan oleh otak manusia berdasarkan pembacaan electroencephalography (EEG).

"Ketika kita melihat sesuatu, otak kita menciptakan persepsi mental, yang pada dasarnya merupakan kesan mental dari benda itu," tutur Dan Nemrodov, rekan postdoctoral yang mengembangkan teknik ini.

Dalam siaran pers yang diterbitkan futurism, Dan Nemrodov juga mengatakan bahwa, pihaknya mampu menangkap persepsi tersebut menggunakan EEG untuk mendapatkan gambaran langsung tentang apa yang terjadi di otak selama proses otak berlangsung.

Prosesnya adalah di  mana subyek uji  dihubungkan ke mesin EEG dan disajikan dengan gambar wajah. Gambar kemudian dibuat ulang secara digital seperti yang dirasakan dalam pikiran individu menggunakan teknik pembelajaran mesin untuk mencocokkan aktivitas otak mereka dengan jenis fitur wajah tertentu.

Sebelumnya, hal ini pernah dicapai dengan menggunakan data functional magnetic resonance imaging (fMRI), tetapi ada keuntungan praktis untuk dapat menggunakan EEG dalam melakukan operasi yang sama.

Pertama, mesin EEG cukup umum, portabel, dan lebih terjangkau daripada pemindai fMRI. EEG juga memiliki resolusi temporal yang lebih baik: sementara FMRI dapat menangkap gambar dalam hitungan detik, EEG dapat melacak bagaimana citra berkembang di otak dalam  milidetik. 

Sementara beberapa ilmuan menyatakan keraguan tentang kesesuaian EEG untuk aplikasi tersebut, Nemrodov yakin hasilnya membuktikan sebaliknya. Langkah selanjutnya adalah bagi para peneliti untuk memperluas proses di luar gambar wajah.

Meskipun mungkin menghidupkan beberapa aplikasi yang berpotensi menakutkan, teknik "membaca pikiran" bisa mengubah hidup banyak orang, memberi mereka yang tidak dapat berbicara atau menggunakan bahasa isyarat sebagai cara untuk berkomunikasi. 

Itu juga bisa memberikan penegakan hukum dengan kemampuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang diingat seorang saksi tentang suatu peristiwa tertentu. Mampu melihat apa yang dilihat orang itu, tanpa inkonsistensi yang diperkenalkan oleh kesaksian yang dibuat setelah fakta, atau deskripsi verbal tentang penampilan seseorang kepada seniman sketsa, yang benar-benar akan mengubah cara manusia menyelidiki kejahatan. ** (SS)

SHARE