Penampakan Motor Asia Pertama di Ajang World GP - Male Indonesia
Penampakan Motor Asia Pertama di Ajang World GP
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Jauh sebelum ajang MotoGP dikenal speedlovers seperti sekarang, ada satu perhelatan paling bergengsi yang melahirkan begitu banyak pebalap tersohor dunia, yaitu ajang World GP. Ajang ini pertama kali diselenggarakan oleh Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) di tahun 1949.

Rainmaker47/wikipedia

Hanya saja bukan ajang World GP yang bakal kami ulas lebih dalam, melainkan motor pabrikan Asia pertama yang dipakai balapan di ajang tersebut. Pabrikan yang dimaksud tidak lain adalah Honda.

Menginjak tahun 1959, orang-orang di Benua Biru menyaksikan kedatangan tim pabrikan dari Jepang itu dalam ajang World GP di seri Isle of Man untuk pertama kalinya. Soichiro Honda mengirimkan empat buah motor Honda yang berkapasitas 125 cc, dimana membuat semua orang bertanya-tanya.

Hal menariknya adalah, motor yang dikirimkan Honda kala itu, RC 142 dibuat dengan R&D dan uji coba sederhana. Tak ayal, mulanya banyak pihak meragukan bahkan mencibir kemampuan motor tersebut.

Kapasitas mesin yang disematkan memang hanya sebesar 124,6 cc, 4-stroke, air-cooled, DOHC, 4-valve, twin-cylinder, 6-speed constant mesh. Tapi jangan salah, Honda RC 142 sanggup memuntahkan tenaga maksimal sebesar 17,7 HP pada kitiran mesin 13.000 Rpm. Wow!

Ditambah lagi, RC 142 hanya memiliki bobot sekitar 87 kg (dry weight). Karena tergolong enteng dan mudah dikendalikan, sehingga menjadikan motor ini paling kompetitif dalam Isle of Man.

Honda mengirimkan empat orang pebalap. Yaitu Naomi Taniguchi, Giichi Suzuki, Teisuke Tanaka dan Junzo Suzuki. Keempat pebalap ini menggeber RC142 di benua Eropa secara perdana.

Hasilnya? Honda memang belum berhasil menjadi juara. Taniguchi finish di urutan ke-6, disusul oleh Giichi Suzuki dan Teisuke Tanaka di urutan 7 dan 8, sedangkan Junzo Suzuki harus puas berada di urutan ke-11. Posisi pertama diraih pebalap asal Italia, Tarquinio Provini dengan motor MV Agusta.

Kendati tidak menjuarai turnamen, Honda berhasil membuka mata dunia bahwa mesin buatan Jepang yang sebelumnya terkesan diremehkan rupanya mampu menempati posisi 10 besar. Pabrikan Eropa pun mulai mewaspadai kehadiran Honda yang mereka sebut sebagai “strange machines from the east.” [GP]

SHARE