Berani Coba? Pil Kontrasepsi Khusus untuk Pria - Male Indonesia
Berani Coba? Pil Kontrasepsi Khusus untuk Pria
MALE ID | Sex & Health

Biasanya, pil kontrasepsi dikonsumsi oleh kaum hawa. Namun, beberapa waktu lalu pil ini telah diproduksi dan ditujukan khusus untuk pria. Bagaimana dampaknya terhadap kehidupan seksual mereka?

pil kontrasepsi - Male Indonesiapixabay.com

Setelah diuji coba secara klinis, terbukti bahwa pil kontrasepsi pria sangat efektif dan aman, tanpa harus mengganggu gairah seksual orang yang mengonsumsinya. Temuan ini dipublikasikan The Endocrine Society, yang telah dipresentasikan di ajang ENDO 2018, Chicago, Amerika Serikat.

Melansir laporan yang dimuat dalam Daily Telegraph, temuan tersebut bernama dimethandrolone undecanoate atau DMAU. Sebelumnya, upaya membuat pil sekali sehari guna meniru kontrasepsi konvensional yang dipakai wanita terhenti.

Alasan utamanya, metabolisme pria membersihkan hormon diberikan dalam hitungan yang terlalu cepat. Dengan kondisi demikian, maka kontrasepsi temporer pria masih mengandalkan kondom.

Walau begitu, ada harapan terkait perkembangan kontrasepsi masa depan yang bertumpu pada suntikan atau gel (bersifat long-acting). Sama seperti pil kontrasepsi pada wanita, pil eksperiman khusus pria mengombinasikan androgen, yaitu hormon testosteron dan progestin.

Para peneliti di Medical Centre University of Washington menguji tiga dosis DMAU (100, 200 dan 400 mg) kepada 100 pria bugar berusia antara 18-50 tahun. Dari seluruh peserta, sebanyak 83 pria menyelesaikan percobaan tersebut.

Selama kurun waktu satu bulan, percobaan sukses untuk pertama kalinya. Pada dosisi DMAU tertinggi (400 mg), terlihat ada penekanan testosteron serta dua hormon yang diperlukan dalam produksi sperma.

Hasil percobaan menunjukkan, pil DMAU bekerja efektif bila dikonsumsi bersama makanan. “Meski mempunyai kadar testosteron cukup rendah, sangat sedikit responden yang melaporkan gejala konsisten dari kekurangan atau kelebihan testosteron. Hasil ini belum pernah terjadi sebelunya dalam pengembangan prototipe pil kontrasepsi pria,” ujar Profesor Stephanie Page selaku pemimpin penelitian.

Temuan lainnya adalah, semua kelompok yang mengonsumsi DMAU mengalami kenaikan berat badan sekaligus penurunan angka kolesterol ‘baik’, HDL. Kendati demikian, seluruh responden dapat melewati masa percobaan dengan selamat, terutama usai pengujian fungsi lever dan ginjal. “Studi jangka panjang saat ini sedang dilakukan. Tujuannya mengonfirmasi bahwa DMAU yang diminum setiap hari memang efektif menghalangi produksi sperma,” tutur Page.

“Banyak pria mengatakan, mereka akan lebih memilih pil harian sebagai kontrasepsi. Daripada suntikan yang bekerja lama atau gel topikal, dimana keduanya sedang dikembangkan,” katanya. [GP]

SHARE