Ngeri! Impotensi Bisa Dialami Pria Usia Produktif - Male Indonesia
Ngeri! Impotensi Bisa Dialami Pria Usia Produktif
MALE ID | Sex & Health

Ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi Mr.P yang disebut impoten merupakan gangguan fungsi seksual yang paling ditakuti kaum pria. Ternyata gangguan seksual ini tak hanya dialami oleh pria 40 tahun ke atas saja, pria usia produktif pun bisa menderita impotensi. 

impotensi - Male IndonesiaPhoto by Alex Iby on Unsplash

Faktor stres berkepanjangan, begadang, serta kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak menyebabkan terganggunya fungsi kerja sistem ereksi sehingga Mr. P susah terbangkitkan saat bercinta. Lalu harus bagaimana?

Sudah jadi rahasia umum jika kebanggaan seorang pria terletak pada keperkasaannya bermain cinta di atas ranjang. Tentu saja untuk mencapainya, kaum pria harus di dukung oleh “senjata” yang mampu bekerja untuk ereksi atau kekerasan secara maksimal. Di sinilah masalah utamanya. 

Jika dahulu, usia muda merupakan usia di saat kemampuan ereksi pria sedang menginjak masa puncaknya, namun sekarang seiring dengan berjalannya waktu pria usia produktif, usia 20 tahun hingga 40 tahun juga bisa bermasalah dengan gangguan fungsi ereksi yang berujung pada impotensi atau disfungsi seksual. 

Tidak seperti pria usia 40 tahun keatas yang mengalami gangguan fungsi ereksi secara perlahan-lahan seiring dengan bertambahnya usianya, masalah impotensi pada mereka yang berusia muda biasanya terjadi secara seketika. Yang mengejutkan, jumlah pria usia produktif yang menderita impotensi ini ternyata cukup besar.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Erectile Dysfunction Advisory Council and Training (EDACT) di Indonesia 9 persen pria usia produktif rentan mengalami disfungsi ereksi (impotensi) pada usia muda. Hasil penelitian ini membantah stigma yang berkembang di masyarakat bahwa disfungsi ereksi selalu menimpa mereka yang usianya 40 tahun ke atas.

Ketidakmampuan Mencapai Ereksi 
Diuraikan oleh dr. Herry S. Lubis, SpAnd, dokter spesialis andrologi sekaligus seksolog Indonesia, masalah impotensi merupakan suatu ketidakmampuan kaum pria untuk mencapai atau mempertahanan kerasnya (ereksi) pada Mr.P-nya secara sempurna. 

Ditinjau dari segi kedokteran proses ereksi terjadi melalui dua mekanisme. Mekanisme pertama adalah refleks ereksi oleh sentuhan atau rangsangan pada Mr P. Dan mekanisnisme kedua adalah ereksi psikogenik karena adanya rangsangan erotis.

Kedua mekanisme ini akan menstimulisasi sekresi dari nitric oxide yang memicu relaksasi otot polos pada batang Mr.P (corpora cavernosa), sehingga aliran darah ke area ini dapat meningkat dan proses ereksi yang diharapkan pun akan terjadi. 

Selain itu, produksi testoteron yang memadai serta hipofise (pituitary gland) yang bagus, juga ikut mempengaruhi terjadinya ereksi. Karena itu dapat dimengerti jika masalah disfungsi ereksi atau impotensi ini erat hubungannya dengan  gangguan hormonal, sistem syaraf, aliran darah dan psikis. 

Ditambahkan oleh dr. Anita Gunawan, SpAnd, dokter spesialis andrologi, masalah impotensi yang dialami oleh mereka yang berusia muda biasanya disebabkan oleh karena faktor stres yang tinggi. Tingkat stres yang tinggi ternyata bisa membuat Mr P-nya gagal mencapai atau mempertahankan ereksinya kala bercinta dengan pasangannya. 

Masalah impotensi yang dialami oleh pria usia muda bisa juga disebabkan oleh pola hidup atau lifestyle yang kurang baik. Salah satu contoh lifestyle yang kurang baik adalah kebiasaan begadang hingga larut malam dan obesitas akibat dari kurangnya rutinitas melakukan olahraga. 

Penyakit seperti diabetes mellitus, dislipidemia (tingginya kadar lemak dalam darah), hipertensi, stroke,penyakit jantung (gagal jantung dan penyakit jantung koroner), gangguan fungsi ginjal dan liver, proses penuaan, gangguan hormonal, trauma di daerah panggul, gangguan pascaoperasi prostat juga menjadi penyebab. 

Pola makan yang kurang baik seperti kebiasaan mengonsumsi makanan  yang berlemak maupun makanan yang mengandung purin tinggi yang beresiko meningkatkan kadar kolesterol dan asam urat dalam darah juga berpengaruh. Semua faktor ini bisa menyebabkan terganggunya fungsi kerja sistem ereksi yang menyebabkan Anda kesulitan untuk mencapai ereksi secara sempurna.

Selain itu, faktor organik atau kelaian pada organ juga bisa menyebabkan seorang pria muda mengalami impotensi. Kelainan pada organ ini disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke Mr P serta kerusakan saraf yang disebabkan oleh penyakit, seperti penyakit kardiovaskuler, gangguan pada hormonal, pascaoperasi prostat, kerusakan syaraf tulang belakang (spinal cord), hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit diabetes. 

Khusus untuk mereka yang menderita penyakit diabetes lebih dari lima tahun, mempunyai risiko yang sangat besar terkena masalah impotensi. ** (SS)   

SHARE