Bahaya Mengintai Saat Nikmati Bercinta Kilat - Male Indonesia
Bahaya Mengintai Saat Nikmati Bercinta Kilat
Sopan Sopian | Sex & Health

Quickie sex atau bercinta kilat memang membuat gairah menggebu-gebu. Tak heran, jika banyak pasangan yang sibuk memilih gaya bercinta kilat ini. Namun, sebuah penelitian yang dilakukan pakar andrologi dari Amerika Serikat mengindikasikan pasangan yang terlalu sering bercinta kilat justru berisiko mengalami ejakulasi dini. Pasalnya, dengan waktu bercinta kurang dari 15 menit membuat pria mengeluarkan sperma sebelum waktunya. Benarkah begitu? 

bercinta-kilat-Male-Indonesia-2
Photo by Madi Robson on Unsplash

Anda dan pasangan sama-sama sibuk sehingga gairah seksual pun mengalami penurunan. Untuk mengatasi masalah tersebut tak jarang pasangan mencoba quickie sex atau bercinta kilat. Variasi bercinta yang kurang dari 15 menit ini dianggap solusi jitu bagi pasangan sibuk yang tak punya banyak waktu untuk bercinta.

Bercinta kilat ini bisa dilakukan dimana saja, seperti dapur, di parkiran mobil atau lift yang mungkin bisa diketahui orang sehingga gairah seks pun bisa meningkat karena khawatir dilihat orang. Namun, hati-hati saja jika bercinta kilat ini menjadi favorit Anda dan pasangan dan bahkan bisa dilakukan hampir setiap hari. 

Penelitian terbaru yang dilakukan pakar andrologi dari Amerika Serikat mengindikasikan pasangan yang terlalu sering bercinta kilat justru berisiko tinggi mengalami ejakulasi dini atau semprotan sperma yang terlalu dini. Hal tersebut juga ditegaskan oleh dr. H. Endro Purwoko, M.S., Sp.And,.

Mengapa demikian? Jika dilihat dari segi waktu, logikanya waktu bercinta yang terlalu singkat membuat pria terpaksa mengeluarkan sperma sebelum waktunya. Bahkan, 7-10 menit sudah mengalami ejakulasi. Padahal, secara normal ejakulasi sekitar setengah hingga satu jam, hitungannya mulai dari foreplay

Jika hal ini dilakukan terus-menerus, maka dalam hitungan bulan saja pria akan mengalami masalah ejakulasi dini. Dikatakan dr. Hardjono Djatioetomoe, SpAnd, pria yang sering bercinta kilat akan mengalami kesulitan untuk bercinta secara normal karena sudah terbiasa serba cepat. Akibatnya, pasangan menjadi tidak puas dan kecewa. 

Aman, Bila Masih Wajar. 
Namun, jika bercinta kilat dilakukan secara wajar dan berlebihan, yaitu frekuensinya 1-2 kali dalam seminggu, maka aktivitas bercinta kilat ini aman tanpa efek samping. Jika frekuensi bercinta kilat dilakukan lebih dari 1-2 kali seminggu, bagi pria akan memberikan efek samping rasa lelah. 

Pasalnya, untuk sekali masturbasi saja dibutuhkan energi yang cukup besar sekitar 2.500 kalori, setara dengan energi berolahraga tenis sebanyak dua set. Jika terlalu sering dikhawatirkan pria yang sering bercinta kilat akan terkuras habis energinya. Hal ini akan mempengaruhi kerja otak dan akhirnya pria enggan bercinta lagi. 

Sementara bila kaum wanita sering bercinta kilat, akan berisiko mengalami rasa nyeri. Efek ini timbul karena bercinta kilat kerap dimulai tanpa perangsangan atau foreplay terlebih dulu. Karena tidak dirangsang, maka kemungkinan besar vagina kurang siap menerima penetrasi dari Mr. P. Akibatnya saat terjadi penetrasi, vagina akan mengalami rasa nyeri. 

Pagi dan Siang Hari. 
Meski relatif aman dari segi medis, tapi ada rambu-rambu khusus yang harus Anda patuhi saat bercinta kilat. Kata dr. Hardjono, bercinta kilat ini harus dilakukan berdasarkan persetujuan kedua belah pihak yang ingin mendapatkan kenikmatan dan kepuasan. “Dengan adanya prolog ini, maka saat pasangan berhubungan intim keduanya sama-sama menikmati permainan secara penuh,” ujar dr. Hardjono. 

Lantas kapan waktu yang tepat untuk bercinta kilat? Variasi bercinta kilat ini tak jauh berbeda dengan variasi bercinta yang lainnya, maka waktu bercinta kilat bisa kapan saja, yaitu pagi, siang ataupun malam hari. 

Kata dr. Hardjono, selain waktunya sangat singkat, gaya bercinta kilat sama saja dengan gaya bercinta yang umumnya dilakukan. Hanya saja, karena kesibukan pasangan yang melakukan gaya bercinta ini, maka biasanya bercinta kilat dilakukan pada pagi dan siang hari (saat jam istirahat kerja). ** (SS)

SHARE