Terbukti, Bercinta Tanpa Pengaman Paling Digemari - Male Indonesia
Terbukti, Bercinta Tanpa Pengaman Paling Digemari
MALE ID | Sex & Health

Menggunakan pengaman menjadi salah satu cara aman terhindari dari penyakit menular seksual. Bukan rahasia bahwa tingkat infeksi menular seksual (IMS) tinggi. Lalu pertanyaannya, harus sebarapa sering pria menggunakan pengaman atau kondom untuk terhindari dari penyakit menular seksual?

Menggunakan pengaman - male Indonesiapikwizard.com

The Centers for Disease Control melaporkan bahwa ada 110 juta kasus IMS dengan 20 juta infeksi baru setiap tahun. Bahkan, usia produktif menjadi yang paling bertanggungjawab atas setengah dari semua infeksi baru itu. Atas hal itulah, kemudian menggunakan pengaman menjadi dorongan cara untuk pengamanan bagi IMS.

Sean M. Horan Ph.D. dalam laman psychologytoday meneliti beberapa orang terkait harus sebara sering menggunakan pengaman? Penelitiannya dilakukan ada 2016 dan 2018. Pada penelitiannya di tahun 2016, Horan melakukan penelitian kepada 183 orang dari berbagai perilaku.

Ia menanyakan beberapa responden dengan penggunaan pengaman, baik itu selama bercinta dengan gaya apapun dan gaya anal. Hasil dari penelitian tersebut, selama bercinta responden mengatakan kadang-kadang menggunakan pengaman. 

Kemudian untuk kasus bercinta "dari belakang", justru hampir semua responden mengatakan jarang menggunakan pengaman. Akhirnya, ketika ditanya tentang penggunaan pengaman selama aktivitas genital oral,tanggapan rata-rata menunjukkan bahwa mereka jarang menggunakannya. Dan hasil penelitiannya di tahun 2018 pun tidak memengaruhi hasil dari penelitian 2016.

Mengapa Orang Lebih Sering tidak Menggunakan Pengaman?
Meskipun berbagai alasan, studi 2016 memberikan beberapa wawasan tentang mengapa pengaman atau kondom tidak digunakan. Selain bertanya kepada peserta seberapa sering mereka menggunakan kondom, Horan juga mengukur pengetahuan keamanan seksual mereka.

Ketika ditanya tentang penggunaan kondom selama hubungan intim, 98,9% peserta percaya ini merupakan perilaku intim yang lebih aman. Demikian pula, ketika ditanya tentang penggunaan kondom selama hubungan anal, 96,7% peserta setuju bahwa ini adalah perilaku intim yang lebih aman. 

Namun, ketika ditanya tentang penggunaan kondom selama aktivitas genital oral, hanya 80,2% dari peserta percaya ini adalah perilaku intim yang lebih aman. Kenyataannya, semua perilaku ini adalah praktik bercinta yang lebih aman.

Kemudian, di tengah-tengan penelitian antara 2016 dan 2018, pada 2017, penelitian Horan menemukan bahwa salah satu alasan mengapa orang tidak mendiskusikan menggunakan pengaman adalah karena miskonsepsi risiko. Artinya, peserta tidak mendiskusikan kondom karena mereka percaya sifat dari aktivitas bercinta tidak menjamin menggunakan pengaman atau tidak semua aktivitas bercinta harus menggunakan pengaman.

Namun, deskripsi yang terkait dengan penjelasan ini menyoroti perlunya pengaman, misalnya ketika dua pasangan melakukan hubungan intim dengan aktivitas bercinta oral, tentu itu menurut responden tidak perlu menggunakan pengaman.

Akibatnya, pola kolektif temuan di antara studi ini, kata Horan, menunjukkan bahwa lebih banyak pendidikan tentang risiko dan keamanan seksual diperlukan di kalangan orang dewasa muda. Selain itu, pelatihan komunikasi juga dianjurkan agar dapat mempersiapkan orang dewasa muda yang aktif secara seksual untuk berkomunikasi tentang keselamatan bila diperlukan. ** (SS)

SHARE