Tidak Disangka, Karya Fiksi ini Kontroversial | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Tidak Disangka, Karya Fiksi ini Kontroversial
Sopan Sopian | Story

Berbicara karya fiksi berarti berbicara sebuah karya sastra. Di mana di dalamnya terdapat sebuah imajinasi luar biasa dari buah pikiran sang pengarangnya. 

karya fiksi - male Indonesiapixabay

Menurut ahli pendidikan bahasa dan sastra Burhan Nurgiyantoro, fiksi sendiri merupakan sebuah prosa naratif yang bersifat imajiner, meskipun imajiner sebuah karya fiksi tetaplah masuk akal dan mengandung kebenaran yang dapat mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia.

Kemudian karya fiksi yang baik adalah mereka yang mampu menembus zaman dan bisa bertahan dari gempuran perubahan zaman itu sendiri. Artinya, meski karya fiksi itu telah terbit dari puluhan tahun lalu tetapi masih relefan hingga masa depan dengan pembaca yang berbeda. Namun dari sekian banyak karya fiksi yang baik, ada juga karya fiksi yang justru menimbulkan kontroversi sekaligus masih bertahan lama meski dibaca saat ini.

1. The Satanic Verses, karya Salman Rushdie

karya fiksi - Male Indonesia
Mungkin salah satu buku paling kontroversial yang pernah ditulis setelah rilis di akhir tahun 80-an, yakni The Satanic Verses. Novel ini merupakan karya keempat Salman Rushdie. Banyak percaya bahwa novel keempat Rushdie sangat menghujat. Karena ebagian terinspirasikan dari kisah hidup Muhammad. 

Tetapi, judul novelnya sendiri merujuk pada apa yang diketahui sebagai ayat-ayat setan. Dalam novel ini, sang tokoh utama yang bernama Mahound (yang kemungkinan besar merujuk pada Muhammad) diceritakan secara kilas balik paralel dengan dua tokoh utama lainnya Gibreel Farishta dan Saladin Chamcha.

Di Britania Raya, novel ini diterima dengan baik oleh para kritikus, dan menjadi finalis Booker Prize tahun 1988, walaupun dikalahkan oleh Oscar and Lucinda karya Peter Carey yang memenangkan Whitbread Award 1988 untuk novel terbaik tahun itu. Namun di komunitas Muslim, novel ini menghasilkan kontroversi yang luar biasa. Buku ini tidak boleh beredar di India, dan banyak dibakar pada demonstrasi di Britania Raya. Novel ini juga menyulutkan kerusuhan di Pakistan pada tahun 1989.

2. The Da Vinci Code, karya Dan Brown

karya fiksi - Male Indonesia
The Da Vinci Code adalah sebuah karya fiksi detektif misteri karya Dan Brown. The Da Vinci Code memicu ketertarikan populer dalam spekulasi terkait legenda Piala Suci (Cawan Suci) dan peranan Maria Magdalena dalam sejarah Kekristenan. 

Namun novel ini telah dikecam secara luas oleh banyak denominasi Kristen sebagai suatu serangan terhadap Gereja Katolik Roma, dan secara konsisten dikritik karena berbagai ketidakakuratan ilmiah dan historis. Meski demikian novel ini menjadi salah satu buku terlaris di dunia dengan penjualan 80 juta kopi pada tahun 2009 dan telah diterjemahkan ke dalam 44 bahasa.

Novel ini menggabungkan genre detektif, thriller dan fiksi konspirasi, serta merupakan novel kedua Dan Brown yang menyertakan karakter Rober Langdon: yang pertama yaitu Angels & Demons (2000). Pada bulan November 2004 Random House menerbitkan suatu Edisi Khusus Bergambar dengan 160 ilustrasi. Pada tahun 2006, suatu adaptasi dalam film dirilis oleh Columbia Pictures milik Sony.

3. Lolita, karya Vladimir Nabokov

karya fiksi - male Indonesia
Karya fiksi ini terkenal dalam dunia internasional karena ide cerita dan subjek isi bukunya begitu kontroversial, sehingga bisa dikatakan novel yang cukup vulgar. Disini narator dan protagonis, Humbert adalah seorang yang terobsesi dan terlibat secara sexual dengan perempuan berumur 12 tahun. Lolita adalah novel karya Vladimir Nabokov yang pertama kali diterbitkan tahun 1955.

Setelah kemunculannya Novel Lolita memperoleh status legenda, menjadi salah satu novel terbaik dan merupakan literatur paling kontroversial pada abad ke-20. Atas novel tersebut, kemudian muncul istilah lolicon atau lolita complex, istilah dalam masyarakat untuk mereka yang terobsesi terhadap gadis di bawah umur. 

Atas apa yang ditulisnya, novel ini pun dilarang di Perancis, Inggris, Selandia Baru, Afrika Selatan dan Argentina. Anehnya meskipun begitu, buku ini sukses besar di Amerika di mana terjual 100.000 eksemplar dalam tiga minggu pertama.

4. The Harry Potter series, karya JK Rowling

karya fiksi - Male Indonesia
Disamping keberhasilan global yg menakjubkan dari serial Harry Potter di kalangan anak-anak dan para pembaca dewasa, masih ada sejumlah besar kontroversi seputar karya fiksi ini. Pasalnya, buku-buku Harry Potter telah menjadi subjek dari sejumlah kasus hukum. 

Kelompok Kristen Amerika mengklaim bahwa buku-buku Harry Potter mempromosikan ajaran Wicca dan sihir. Di mana, statistik diungkapkan oleh para ilmuwan pustakawan mengungkapkan bahwa lebih dari 3.000 upaya dan laporan telah dilakukan antara tahun 2000 dan 2005 untuk meminta buku-buku tersebut dilarang di AS. 

6. Atheis, karya Achdiat Mihardja

karya fiksi - Male Indonesia
Atheis merupakan novel kontroversial yang ditulis oleh Achdiat Mihardja. Novel ini menyoroti pergulatan batin Hasan, seorang muslim yang terpengaruh ide-ide Marxisme-Leninisme dari sahabatnya.

Atheis menuai kecaman dari dua pihak sekaligus. Golongan agama mencibir karakter Hasan dan doktrin-doktrin agama yang tidak dibahas secara mendalam dalam novel. Sementara tokoh-tokoh Marxis dan Anarkis menganggap ide-ide Marx serta Nietzsche dalam novel tersebut disalahartikan.

7. Ronggeng Dukuh Paruk, karya Ahmad Tohari

karya fiksi - male Indonesia
Novel trilogi ini mengisahkan perjalanan hidup Srintil, seorang ronggeng yang sempat menjadi saksi pergolakan pada masa G 30 S/PKI.

Karena ceritanya dianggap kekiri-kirian oleh pemerintah Orde Baru, Tohari sempat diinterogasi dan novelnya terancam batal terbit. Salah satu adegan yang menceritakan tentang pembunuhan orang-orang yang dianggap oknum PKI pun disensor selama 25 tahun.

8. Saman, karya Ayu Utami

karya fiksi - male Indonesia
Selain menceritakan tentang Saman, karya fiksi ini juga menceritakan seorang pastur yang beralih menjadi aktivis, Saman juga menceritakan kehidupan empat wanita muda dengan pemikiran yang liberal mengenai seks.

Saman sempat mengundang kontroversi karena menjadi novel karangan penulis wanita Indonesia pertama yang membahas seks secara 'vulgar' dan mengaitkannya dengan nilai-nilai tradisional. Novel ini sempat dianggap tabu dan menjadi pelopor 'sastra wangi' yang kemudian diikuti oleh sejumlah penulis perempuan lain. ** (SS)

SHARE