Gawat, Deodoran Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Gawat, Deodoran Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi
Gading Perkasa | Sex & Health

Banyak orang memakai deodoran sebelum mulai menjalani aktivitas, khususnya pria. Hanya saja, terdapat berbagai anggapan bahwa penggunaan deodoran secara berlebih dapat membahayakan pria, seperti mengakibatkan disfungsi ereksi. Benarkah demikian?

memakai deodoran - mela IndonesiaHow can I recycle this/Flickr.com

Dugaan risiko memakai deodoran berasaln dari dua zat yang terkandung di dalamnya. Triklosan adalah zat anti bakteri yang bisa membunuh bakteri penyebab bau badan. Sedangkan, phthalate sendiri zat yang mudah menempel pada kulit dan mampu membuat wangi deodoran bertahan lama.

Kedua zat aktif ini telah lama dikaitkan dengan gangguan keseimbangan hormon yang berdampak negatif pada sistem reproduksi pria. Bila bertumpuk terlalu banyak di tubuh, baik triklosan maupun phthalate akan terperangkap dalam sel dan darah. Sehingga, sistem endokrin yang bertugas menjaga keseimbangan hormon menjadi terganggu.

Beberapa jenis hormon yang terganggu karena dua kandungan zat tersebut yaitu hormon testosteron dan tiroid. Penelitian pada hewan menunjukkan, hormon tiroid yang rendah berpotensi menyebabkan menurunnya kadar testosteron.

Sebuah riset mengungkap, hipotiroidisme (tiroid terlalu aktif) juga bisa dikaitkan dengan rendahya libido dan berpengaruh terhadap produksi serta proses pematangan sperma. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem endokrin harus berfungsi baik agar keseimbangan hormon tubuh terjaga.

Heather Patisaul, profesor ilmu biologi di North Carolina State University mengatakan, phthalate pada deodoran disinyalir memiliki efek negatif bagi perkembangan saraf. Itu bisa tercermin pada kerja sistem reproduksi pria yang menghambat aktivitas testosteron. Kekurangan testosteron mengakibatkan pria kekurangan stamina, penurunan massa otot hingga disfungsi ereksi.

Hanya saja, sampai saat ini penelitian masih dilakukan pada hewan laboratorium. Diperlukan penelitian lebih lanjut guna memastikan betul, apakah sering memakai deodoran bisa menjadi penyebab tunggal dari masalah sistem reproduksi pria.

Penelitian yang dilakukan oleh Anne Steinemann, profesor teknik sipil di University of Melbourne menyebutkan, ada berbagai risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan dari penggunaan deodoran. Antara lain masalah pernapasan, asma, sakit kepala, migrain, ruam, mual serta masalah lainnya.

Sementara itu, penelitian lain di tahun 2014 menemukan bahwa deodoran atau anti-perspirant memiliki tingkat actinobacteria lebih tinggi. Actinobacteria merupakan salah satu bakteri yang menyebabkan area seputar ketiak berbau tidak sedap. Kandungan aluminium pada deodoran juga bertugas menyumbat kelenjar keringat, sehingga bakteri di dalamnya terperangkap.

Agar tidak terkena bahaya yang telah disebutkan sebelumnya, lebih baik Anda menggantinya dengan produk pewangi alami tanpa kandungan parfum. Biasakan juga melihat label kemasan terlebih dahulu. Memang tidak semua produk mencantumkan keseluruhan komposisi bahan, namun sebisa mungkin hindari produk yang mengandung bahan berbahaya guna mereduksi efek samping pada kesehatan.**GP

SHARE