Wae Rebo, Pesona Desa Atas Awan di Timur Nusantara | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Wae Rebo, Pesona Desa Atas Awan di Timur Nusantara
Gading Perkasa | Relax

Ketika sudah menginjakkan kaki di Desa Wae Rebo, hampir bisa dipastikan setiap orang setuju bahwa desa ini menyimpan beragam potensi keindahan alam. Saking indahnya, banyak pihak menyebutnya sebagai desa di atas awan yang paling menakjubkan di Indonesia, bahkan dunia. Mengapa demikian?

Photo credit: CGIAR Consortium on Visual Hunt / CC BY-NC-SA

Terletak di Lembah Pegunungan Manggarai

Desa Wae Rebo berada pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, di lembah pegunungan Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Maka dari itu, orang-orang menyebutnya desa di atas awan.

Perjalanan menuju ke sana tidaklah mudah. Anda harus berjalan kaki sejauh tujuh kilometer dan memakan waktu sekitar tiga sampai empat jam. Pendakian bakal bertambah berat karena jalur masih berupa tanah yang terasa licin dan bebatuan. Di sisi kiri dan kanan jalan adalah jurang tanpa pembatas, jadi Anda perlu ekstra berhati-hati.Photo credit: CIFOR on Visualhunt.com / CC BY-NC-ND

Beruntung, udara selama perjalanan masih asri dan suasananya cukup teduh. Setelah melewati tiga perempat trek, jalurnya mendatar kemudian menurun hingga tiba ke desa Wae Rebo. Rasa lelah pun akan terbayar lunas.

Rumah unik warisan leluhur

Setibanya di desa Wae Rebo, Anda tidak akan menemukan penginapan. Walau begitu, Anda bisa menumpang di rumah adat milik warga setempat. Bangunan rumah di sana ada tujuh dan semuanya berbentuk kerucut. Di sekelilingnya, terdapat pemandangan alam berupa gunung dan perbukitan.

Rumah adat tersebut bernama Mbaru Niang, dibuat dari kayu dan atap ilalang yang dianyam. Dalam bahasa setempat, Mbaru berarti rumah, Niang adalah tinggi dan bulat. Atapnya mengerucut ke atas. Tujuh Mbaru Niang diwariskan para leluhur dan masih dijaga dengan baik oleh warga secara turun temurun hingga generasi ke-20.

Photo credit: CIFOR on VisualHunt.com / CC BY-NC-ND

Ketujuh rumah itu juga dipercaya sebagai cerminan kepercayaan leluhur demi menghormati tujuh arah puncak gunung di sekitar desa Wae Rebo. Dimana melindungi sekaligus memberikan kemakmuran bagi warga desa.

Nian Gendang, bangunan yang merupakan rumah utama berukuran jauh lebih besar dan memiliki delapan kamar daripada enam rumah lain yang berjumlah enam kamar. Ada tempat penyimpanan cadangan makanan, benih tanaman beserta barang-barang jika Anda hendak bermalam.

Selama berada di Wae Rebo, sinyal akan sulit diperoleh sehingga mustahil Anda sanggup mengakses media sosial. Namun, Anda bisa memanfaatkannya untuk menikmati suasana, merasakan keramahan warga lokal serta mengabadikan gambar di beberapa spot yang instagenic.**GP

SHARE