Aksesoris Serba Guna, Ini Cara Perawatan Buff - Male Indonesia
Aksesoris Serba Guna, Ini Cara Perawatan Buff
MALE ID | Looks

Bagi kaum adam, pastinya sudah tidak asing lagi dengan kain buff. Khususnya mereka yang biasa mengenakannya sebagai penutup hidung dan mulut ketika menunggang kuda besi. Namun, fungsinya tidak sebatas pada dua hal itu saja.

kain buff - Male Indonesia

Menurut Bondan, pemilik salah satu toko outdoor di Bandung, kain buff merupakan multi-functional headwear, yaitu sebagai penutup kepala. “Buff adalah sejenis kain multi fungsi yang didesain untuk melindungi wajah dari asap dan debu,” ujarnya.

Ditambahkan Bondan, kain buff bisa menjadi syal, ikat kepala, gelang, masker, hairband, balaclava (penutup wajah), topi bajak laut dan kupluk. Kehadirannya mampu menggantikan bandana.

Diciptakan oleh Joan Rojas, pria berkebangsaan Spanyol, pada awalya buff hanya dibuat demi memenuhi kebutuhan akan alat yang bisa melindungi leher dan sekitarnya dari cuaca dingin serta terpaan angin. Sebab, hobi dari Joan sendiri adalah berkelana menggunakan sepeda motor.

Setelah mengalami proses yang cukup panjang, buff kemudian dikembangkan lebih lanjut. Bukan cuma sekadar aksesoris atau masker wajah semata, melainkan juga melengkapi fashion formal maupun kasual. Dari yang anti sinar ultraviolet, anti serangga hingga tahan api.

Produk paling dasar dari buff yaitu original buff. Berbentuk layaknya sebuah tabung tanpa jahitan, memiliki dua lubang dan dibuat dari microfiber polyester (elastis horizontal). Kelebihan bahan ini sangat ringan, nyaman dipakai serta mempunyai varian beragam.

Boleh dibilang, original buff jauh lebih unggul dibandingkan jenis masker lainnya. Antara lain:

  1. Karakteristik kain yang lentur dan halus
  2. Stretchable horizontal dan unstretchable vertical
  3. Tanpa jahitan atau sambungan (seamless)
  4. Breathable
  5. Mampu menyerap kelembapan kulit dengan baik
  6. Menjaga suhu tubuh dari cuaca panas, dingin dan terpaan angin
Kendati demikian, ada beberapa aturan yang tidak boleh diabaikan ketika mencuci kain buff. Inilah aturan tersebut:

  1. Dicuci menggunakan mesin cuci dengan temperatur sekitar 40 derajat celsius (kondisi hangat)
  2. Dilarang memakai cairan pemutih (bleach)
  3. Jangan mencucinya dengan cara dry cleaning
  4. Tidak boleh digosok/disetrika
  5. Cukup manfaatkan angin untuk mengeringkannya. Tidak boleh menggunakan tangan apalagi mesin.
Jika kondisi buff terasa lembap, Anda bisa menjemurnya di bawah sinar matahari. Tapi ketika kondisinya panas, cukup Anda taruh di tempat yang banyak angin atau kipas.**GP

SHARE