Masa Depan Linkin Park di Mata Mike Shinoda | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Masa Depan Linkin Park di Mata Mike Shinoda
Gading Perkasa | News

Masa depan Linkin Park masih menjadi perbincangan hangat usai sang vokalis, Chester Bennington meninggal pada Juli 2017 silam. Chester merupakan salah satu pentolan di band itu. Berita tentang kepergian Chester bukan hanya mengejutkan Linkin Park, melainkan juga para penggemarnya di seluruh dunia.

pexels

Sayang sekali, rekan mendiang Chester, Mike Shinoda yang berperan sebagai rapper, keyboardist sekaligus guitarist juga belum bisa memastikan masa depan Linkin Park. “Saya tidak bisa mengatakan secara jelas mengenai apa yang akan terjadi dengan band ini. Betul-betul sulit menemukannya,” ujar Mike kepada Vulture.

Ia juga menambahkan, dirinya merasa aneh jika kata-kata apa pun yang keluar dari mulutnya terkait masa depan Linkin Park akan dipercaya begitu saja apalagi dijadikan headline. Padahal, itu sangat mustahil untuk dilakukan karena memang belum bisa diketahui. Ia juga ingin tahu jawaban soal hal ini.

Sebelumnya ada spekulasi beredar bahwa Linkin Park akan bubar, menyusul kegiatan baru Mike Shinoda yang memulai solo karier. Belakangan diketahui, ia sibuk menggarap album solo terbaru. Pada Januari 2018 lalu, Mike telah merilis mini-album bertajuk Post Traumatic. Album tersebut didedikasikan sepenuhnya untuk Chester.

SAN1713911/wikipedia

Sebagai karya berikutnya, Mike akan merilis album berjudul sama pada 15 Juni 2018 mendatang. Dua lagu di antaranya yaitu Crossing a Line, serta Nothing Makes Sense Anymore.

Keduanya merupakan ungkapan atau cerminan seorang Mike yang benar-benar kesulitan membuat musik tanpa Chester yang sering menjadi kolaboratornya di Linkin Park. “Seminggu setelah Chester pergi, ide berada di studio musik sangat menakutkan. Dan itu bukan cuma menemukan ide dalam membuat lagu, tetapi juga rasa sedih akan kenangannya,” kata Mike.

Ditambahkan olehnya, ada ketakutan berlebih bagi seorang musisi dalam kondisi ditinggal rekan satu band. Apa yang ia takutkan adalah jika dirinya tidak mampu membuat lagu lebih bagus, atau setidaknya cukup guna didengarkan kepada penggemar.

Ketakutan tersebut lantas membuatnya resah. Ia berharap, tidak ada orang lain yang merasakan sama sepertinya. “Kalau ada orang mengalami sesuatu seperti ini, saya harap mereka tidak merasakan kehampaan. Bagi mereka yang belum pernah melewatinya, sudah seharusnya mereka bersyukur,” tuturnya seperti dilansir dari NME.**GP

SHARE