Ujian Portugal dan Pesimistis CR7 Piala Dunia 2018 | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Ujian Portugal dan Pesimistis CR7 Piala Dunia 2018
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Estadio da Luz menjadi lapangan hijau yang berhasil membawa Cirstiano Ronaldo dan kawan-kawan memenangkan babak kualifikasi atas Swis dengan skor 2-0. Duel Portugal lawan Swiss yang berlangsung Selasa (10/10/2017) lalu ini merupakan duel hidup-mati bagi kedua tim. Pasalnya, Portugal wajib menang untuk dapat tiket langsung sedangkan tim tamu hanya butuh hasil seri.

Timnas Portugal saat Melawan Kroasia (2013)/FOTO: Inisheer/wikipedia

Melihat perbedaan yang cukup menantang, membuat Portugal bekerja keras dan tampil agresif mulai menit-menit awal. Pemain belakang Swiss yang tampil disiplin membuat tekanan Portugal pun tidak menghasilkan apa-apa. Jika tidak karena keburuntungan mungkin babak pertama pun akan sia-sia. 

Pemain Swiss, Johan Djourou itu sepertinya menjadi keburuntungan untuk Portugal. Karena di menit-menit akhir babak pertama ia salah mengantisipasi umpan silang di muka gawang sehingga bola justru masuk ke dalam gawang alias "bunuh diri".

Seperti diberi nafas segar, Potugal yang awalnya menggempur mati-matian, akhirnya bermain lebih tenang. Meski begitu, di Babak kedua pun tanpa gol hingga menit pertengahan. Akhirnya, tekad mendapatkan tiket pun diraih Portugal lewat kaki Andre Silva sehingga keunggulan bertahan 2-0 di tangan Portugal.

Ujian Portugal dan Pesimistis CR7
Nampaknya, gelaran Piala Dunia masih menjadi momok bagi timnas Portugal. Sejak 1930 hingga 2014, Portugal belum pernah mencicipi pertandingan final. Mereka lebih sering pada peringkat tiga, yakni pada 1966. Bahkan pada Piala Dunia 2014, Portugal harus rela menganggut ranselnya karena gagal di fase group. Di mana mereka kalah bersaing dengan Jerman dan Amerika Serikat.

Timnas Portugal saat Melawan Denmark (2008)/FOTO: Chin tin tin/wikipedia

Kini, di Puala Dunia 2018, Portugal pun kembali menghadapi ujian. Meski disandingkan dengan lawan yang bisa dibilang cukup mudah di Grup B, yakni Maroko dan Iran, Namun Portugal harus rela juga satu grup dengan Spanyol. Mengingat Spanyol dihuni oleh beberapa bintang. Di tambah lagi, jika berhasil lolos fase grup, Portugal juga akan menghadapi tantangan berikutnya yakni, menghadapi Jerman, Prancis, dan Brasil.

Meski begitu, pelatih timnas Portugal Fernando Santos tidak ingin hal tersebut menjadi beban. Justru menjadi tantangan yang akan membuat optimis tim. Santos bahkan menanti-nantikan Piala Dunia dengan penuh optimisme dan melakukannya dengan alasan yang bagus. "Portugal tampak lebih kuat dibandingkan skuad mereka setengah tahun yang lalu," kata dia.

Cristiano Ronaldo saat Melawan Kroasia (2013)/FOTO: Inisheer/wikipedia

Sayangnya, punggawa Portugal Cristiano Ronaldo atau biasa disapa CR7 ini seperti pesimis. Cristiano Ronaldo menyebut Portugal bukan salah satu favorit juara di Piala Dunia 2018. "Jerman, Spanyol, Brasil, Prancis, dan Argentina akan menjadi tim-tim favorit juara," ungkap Ronaldo kepada Doonquidi, sebagaimana diwartakan Marca.

Kendati berpikiran tak menjadi favorit, kapten Portugal ini memperingatkan, timnya siap membuat kejutan. "Meski Portugal tidak dianggap sebagai favorit juara, kami selalu bersaing dan akan kembali melakukannya," tambah Ronaldo. ** (SS)

SHARE