Long Distance Relationship, Optimis atau Pesimis | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Long Distance Relationship, Optimis atau Pesimis
Sofan | Women Chat

Menjalani long distance relationship, LDR, atau hubungan  jarak jauh. Memang memiliki tantangan yang besar. Pertemuan yang jarang, dengan komunikasi yang terbatas pada chat, telepon, hingga video call. Masih dirasakan kurang, jika dibandingkan bertemu secara langsung.

Lalu bagaimana opini para wanita melihat potensi dari LDR, Optimis atau justru pesimis untuk bisa bertahan lama?

Caesa Ramadhanis, Brand Ambassador Red Bull Indonesia

 LDR - Male Indonesia

LDR buat Aku itu hubungan palsu, enggak mungkin aja. Karena jarak, dan dia gak selalu ada, makanya aku bilang hubungan palsu.

Dulu aku pernah jalanin hubungan LDR, tapi sebentar banget, sekitar dua bulan. Namanya hubungan butuh komitmen dan aksi nyata. Kalau kita lagi butuh, sementara dia enggak ada, apalagi banyak bohong ya buat apa diterusin.

Sebenarnya, kelebihan LDR itu ada. Enggak mengganggu aktivitas. Misalnya dia kerjanya sibuk, dia bisa fokus tanpa mikirin schedule buat jalan, nganterin atau hal-hal bersifat pribadi. Lebih konsentrasi dalam pekerjaannya. Karena waktunya lebih banyak untuk dirinya sendiri.

Tips buat yang LDR, kepercayaan tidak boleh dirusak karena itu kunci dasar dalam hubungan.

Saat kita sudah menjalani hubungan secara normal, tiba-tiba harus LDR, gak masalah. Asal bukan dari awal kita LDR-an. Aku juga kerjanya cukup padat, kadang seminggu di luar kota. Selama sifatnya tugas dan bisa menjaga kepercayaan, why not?

Dedeh sulistianingsih, Karyawan Swasta/Freelance Model

 LDR- male Indonesia

LDR ituh hubungan jarak jauh yang tidak bisa ketemu hanya bisa lewat HP (ponsel) dan kalau sudah LDR berarti harus bisa tanam kepercayaan yang kuat.

Dua hal kekurangan dan kelebihannya menurut aku, pertama kekurangannya, mungkin kita tidak tau ucapan dia dan hati dia bener atau bohong karna kita tidak bisa menerawangnya dari jauh.

Terus kedua, soal kelebihannya itu jika pasang kita sayang dan tulus sejauh apah LDR ituh pasti dia akan menunggu kita untuk kembali.

LDR menurut aku Ada enak ada tidak. Karena buat wanita hubungan terlalu sering ketemu juga bikin wanita cepet bosan. Kadang di saat LDR pun sering merasa kehilangan akan sosok seseorang yang biasa di perhatiin secara langsung. Tapi (untungnya) sekarang bisa video call. Sekarangkan udah canggih nggak kaya dulu yang hanya bisaa via suara (by phone).

LDR ada takutnya juga sih. Takutnya pasangan nggak jujur kalau LDR, karena otomatis pria juga pasti ingin ketemu pacar. Nah yang jadi takutnya takut si pria punya wanita (idaman) lain di sana karena wanitakan pasti enggak tahu dia bakal berpaling atau nggak.

Pesennya dari aku buat pria yang LDR. Kasih pengertian dan kepercayaan supaya wanita tidak berfikir negatif untuk hubungan LDR, tapi juga jangan terlalu menekan,  karena kalau menekan salah satu pihak dalam suatu hubungan, bukannya lebih baik, yang ada hanya akan brantakan.

Willyn, Karyawan Swasta

 LDR - male Indonesia

Ga semua orang bisa LDR, apalagi berakhir bahagia. Entah yg salah satu bosen, atau yg lain selingkuh. Aku yg pernah ngalamin sih ngerasa klo LDR itu ga worth it, soalnya ujung”nya putus (ini klo berdasarkan pengalaman ya). Klo disuruh milih sih ga mau LDR lg. Tapi salut sama pasangan yang bertahan dalam LDR.

Kelebihannya  LDR,  mungkin klo sekalinya ketemu, pertemuannya pasti sangat berarti banget karena sudah lama ga bertemu, test kesabaran dalam menangani rindu. hahaha

Kekurangannya  ga bisa sering ketemu aja, apalagi di saat rindu-rindunya sama pacar. Suka pusing sendiri, soalnya aku needy bgt so ga bisa kalau jauh-jauh.

Saran aku sih, fokus sama pacar aja udah,  pikirannya kedepan jangan kemana-mana,  apalagi masih iseng cari-cari lagi.

Dan yang paling aku takutin saat LDR adalah Diselingkuhin di saat  lagi setia kan klo tau diselingkuhin ga  Tidak perlu  serius  banget  dalam hubungan jadinya. Upss..**(DD/SS/GP)

SHARE