Kisah Dibalik Kenikmatan Sushi yang Telah Mendunia | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Kisah Dibalik Kenikmatan Sushi yang Telah Mendunia
Sopan Sopian | Story

Fakta sushi ini cukup menarik. Karena, sushi konon bukan kuliner otentik dari Jepang. Justru sushi sebenarnya terinspirasi dari makanan yang dijual di sekitar sungai Mekong, yakni hidangan fermentasi ikan yang dibungkus dengan nasi bercita rasa asam.

FOTO: DrawsAndCooks/pixabay.com

Namun berdasarkan sejarah yang tercatat, sushi berasal dari China dan memiliki arti sebagai sebuah teknik pengawetan ikan dengan cara membungkus ikan dalam nasi, garam, dan cuka. Sushi baru masuk ke Jepang pada zaman Edo dan dikenal dengan nama oshizushi (sushi yang dibentuk dengan cara ditekan-tekan di dalam wadah kayu persegi). Tapi di akhir masa Edo, sushi berubah jadi nigirizushi. 

Saat itu, ahli sushi bernama Hanaya Yohei menciptakan sushi jenis baru yang sekarang disebut Edomae Sushi. Namun ukuran ciptaannya besar-besar seperti onigiri. Kemudian ukurannya diperkecil sehingga lebih mudah disantap.

Oleh karena itu, sampai sekarang banyak orang Jepang yang menganggap Edomae Sushi identik dengan sushi kepal, osaka sushi identik dengan sushi kotak (sushi tekan). Tetapi, ada satu lagi arti dari Edomae Sushi. Edo no mae (di depan Edo), artinya sushi yang dibuat menggunakan ikan atau rumput laut yang baru saja ditangkap di Teluk Tokyo.

Sayangnya, pada masa itu teknik pendinginan ikan masih belum maju. Akibatnya, ikan yang diambil dari laut sekitar Jepang harus diolah lebih dulu agar tidak rusak bila dijadikan sushi. Pada zaman Edo hingga tahun 70-an sushi masih jadi makanan mewah, sedangkan kalangan biasa hanya menyantapnya dalam acara khusus.

Fakta susi lainnya, mula-mula sushi merupakan makanan kaki lima dan menjadi kudapan praktis saat menonton pertunjukan teater serta dimakan menggunakan tangan. Bahkan, sushi yang telah dibuat harus segera dikonsumsi. Topping ikan di dalamnya akan teroksidasi saat dipotong dan tersentuh udara, sehingga akan menghasilkan rasa asam.

Kendati seperti itu, sebelum masuk ke Jepang, sushi dimakan tidak menggunakan nasi. Justru, fermentasi nasi yang bercita rasa asam hanya digunakan untuk mengawetkan ikan. Biasanya, nasi akan dibuang setelahnya.

Dan perlu diketahui juga, meski sering disalah artikan sebagai ikan mentah, kata sushi sendiri memiliki arti nasi matang yang diberi bumbu cuka, gula, dan garam, lalu diisi dengan seafood atau sayuran. Dalam bahasa Jepang sendiri, sushi memiliki arti yang istimewa, yaitu panjang umur dan kesuksesan jabatan. ** (SS)

SHARE