6 Aktor Berbakat yang Meregang Nyawa saat Syuting | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
6 Aktor Berbakat yang Meregang Nyawa saat Syuting
Gading Perkasa | News

Menjadi aktor berbakat tidak selamanya berbalut dalam kemewahan dan kekayaan. Ada tanggung jawab begitu besar yang harus dihadapi.

Semakin hari, industri perfilman terus berkembang kian pesat dan menuntut profesionalisme tinggi dari setiap pekerja seni yang terlibat. Tuntutan peran membuat aktor berbakat harus bekerja keras. Bahkan terkadang, mereka tidak dapat menghindar dari berbagai risiko dan sebagian di antaranya meninggal dunia.

Penyebab kematian mereka bermacam-macam. Mulai dari kelelahan secara fisik, kecelakaan hingga peluru bersarang di tubuh mereka. Baiklah MALEnials, langsung saja simak enam aktor berbakat yang meregang nyawa saat syuting sebagai berikut.

Tyrone Power


wikipedia

Tyrone Power meninggal dunia ketika menjalani syuting film berjudul Solomon and Sheba pada tanggal 15 Maret 1958. ia terkena serangan jantung mendadak dan tidak dapat diselamatkan dalam perjalanan ke rumah sakit. Sang aktor dikabarkan kelelahan.

Jon Erik Hexum


Christie Jenkins/wikipedia

CBS Adventure Series Cover Up menjadi proyek terakhir John Erik Hexum. Di lokasi film, Hexum tertembak oleh tangannya sendiri menggunakan pistol 0.44 Magnum. Sewaktu istirahat, Hexum sedang bercanda bersama kru dengan pistol yang ternyata berisi peluru. Akibat pendarahan luar biasa, ia koma selama seminggu dan dinyatakan wafat pada 18 Oktober 1984.

Vic Morrow


ABC Television/wikipedia

Kematian Vic Morrow merupakan salah satu kecelakaan syuting paling fatal sampai detik ini. Pada syuting film Twilight Zone: The Movie bulan Juli 1982, ia menjalani beberapa adegan di atas helikopter sembari membawa kembang api. Apesnya, di percobaan terakhir, kembang api tersebut meledak dan mengakibatkan helikopter kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya jatuh. Morrow bersama dua aktor muda meninggal di lokasi. Sejak saat itu, undang-undang untuk perlindungan kru film dan artis kian diperketat.

John Ritter


ABC Television/wikipedia

John Ritter memang sedang tidak dalam kondisi terbaik ketika terlibat sebuah serial televisi. Namun demi profesionalitas, ia tetap menjalankan tugasnya. Hasilnya, ia tumbang di lokasi syuting 8 Simple Rules for Dating My Teenage Daughter pada 11 September 2003.

Hanya berselang beberapa jam paska tiba di rumah sakit, Ritter dinyatakan telah tiada karena diseksi aorta. Kepergian aktor yang membintangi 60 judul film ini meninggalkan duka mendalam bagi para penggemarnya.

Bruce Lee


National General Pictures/wikipedia

Aktor berbakat Bruce Lee ditemukan tidak sadarkan diri saat menjalani proses dubbing film The Game of Death di Golden Harvest Studio, Hong Kong. Ia dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan ada pembengkakan di area otak oleh pihak medis.

Dari situ, kesehatan pria yang ahli bela diri Jeet Kune Do tersebut tidak berjalan baik. 20 Juli 1973, di Kowloon Tong, Hongkong, ia menghembuskan napas terakhirnya di usia 33 tahun.

Brandon Lee

Nasib serupa juga dialami oleh putra Bruce, Brandon Lee. Bedanya, ia tidak meninggal karena sakit, melainkan peluru yang bersarang di tubuhnya. Dalam pembuatan film The Crow, Brandon harus melalui adegan tembak-tembakan dan terbunuh. Ia benar-benar ‘terbunuh’, lantaran pistol yang digunakan berisi peluru. Brandon wafat pada 31 Maret 1993 di usia 28 tahun, ketika kariernya sedang mencapai puncak.**GP

SHARE