Fakta Atlet Indonesia di Kejuaraan All England | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Fakta Atlet Indonesia di Kejuaraan All England
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Kejuaraan All England atau Kejuaraan Bulu Tangkis Inggris Terbuka merupakan salah satu kejuaraan bulu tangkis tertua dan paling prestisius di dunia. Kejuaraan yang telah diadakan sejak 1899 dengan nama The Open English Championships ini, telah berpindah-pindah lokasi kejuaraan sebanyak enam kali.

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon-All England 2017/FOTO: Stvbastian/Wikipedia

Pada sejarahnya, kejuaran All England ini  dianggap sebagai Kejuaraan Dunia tak resmi bulu tangkis hingga tahun 1977 dan pernah berhenti dua kali karena perang dunia. Seiring prestisiusnya kejuraan ini, pada tahun 2015 All England juga menjalin kerjasama dengan 188BET sebagai Official Online Gaming Partner

Indonesia yang memiliki euforia luar biasa dalam ajang olahraga ini, tentu memiliki pengaruh sendiri. Pasalnya, sepanjang keikutsertaannya dalam kejuaraan All England, sampai dengan tahun 2017, Indonesia telah meraih 45 gelar juara. Sektor ganda putra menyumbang gelar terbanyak dengan 19 gelar, disusul tunggal putra dengan 15 gelar, ganda campuran 5 gelar, tunggal putri 4 gelar dan ganda putri 2 gelar.

Untuk tahun 2018 sendiri, Indonesia kembali berhasil meraih 1 gelar All England lewat ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Bahkan, atas gelarnya tersebut, berarti mereka berhasil mempertahankan gelar juara yang diraihnya pada tahun 2017. Dibalik itu semua, ada fakta menarik.

Mereka yang Bergelar All England
Indonesia mempunyai catatan manis dalam kejuaraan All England. Pemain tunggal putra Indonesia kala itu, Rudy Hartono berhasil merebut gelar All England sebanyak 8 kali. Bahkan, menurut laman Allenglandbadminton, Rudy Hartono 7 gelarnya diraih berturut-turut dari tahun 1968 – 1974, kemudian Rudy berhasil meraih gelar All England lagi tahun 1976.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di Yonex Internationaux de France de Badminton (2013)/FOTO: pyb/wikipedia

Kemudian, pemain tunggal putri Indonesia yang berhasil merebut gelar All England adalah Susy Susanti. Susy menjuarai ajang All England ini sebanyak 4 kali. Gelar tersebut diraihnya pada tahun 1990, 1991, 1993, dan 1994.

Sektor ganda putra memang menjadi andalan Indonesia untuk meraih gelar. Sebanyak 19 gelar All England telah disumbangkan oleh sektor ini. Pasangan ganda putra Tjun Tjun/Johan Wahjudi menyumbangkan gelar terbanyak untuk sektor ganda putra dengan 6 gelar.

Secara keseluruhan, pemain ganda putra Indonesia yang berhasil meraih gelar All England adalah Christian Hadinata/Ade Chandra (1972, 1973), Tjun Tjun/Johan Wahjudi (1974 – 1975, 1977-1980), Rudy Heryanto/Kartono (1981, 1984), Rudy Gunawan/Edy Hartono (1992), Rudy Gunawan/Bambang Suprianto (1994), Rexy Mainaky/Ricky Subagja (1995, 1996), Tony Gunawan/Candra Wijaya (1999), Tony Gunawan/Halim Haryanto (2001), Sigit Budiarto/Candra Wijaya (2003), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (2014), dan Kevin Sanjaya Sukamulyo/Marcus Fernaldi Gideon (2017 dan 2018).

Semenjak Indonesia mengikuti ajang All England, sektor ganda putri hanya berhasil menyumbang 2 gelar. Gelar tersebut disumbangkan oleh Minarni Sudaryanto/Retno Koestijah (1968) dan Verawaty/Imelda Wigoena (1979).

Sedangkan untuk ganda campuran sendiri,  Indonesia berhasil menyumbangkan 5 gelar All England. Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pernah mencetak hat trick gelar All England tahun 2012-2014. 

Secara keseluruhan, ganda campuran Indonesia yang menyumbang gelar All England adalah Christian Hadinata/Imelda Wigoena (1979), Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (2012-2014) dan Praveen Jordan/Debby Susanto (2016).

Mereka yang Belum Berlabel All England
Indonesia memang memiliki atlet-atler bulu tangkis yang luar biasa. Bahkan mereka bisa dibilang ada legenda hidup untuk olahraga paling populer di masyarakat ini. Meski begitu, fakta lain atlet Indonesia di kejuaraan All England adalah mereka yang belum berlabel All England.

Taufik Hidayat/FOTO: Mayeres/wikipedia

Di sektor tunggal putra, dua pemilik medali emas Olimpade yakni Alan Budikusuma (Barcelona 1992) dan Taufik Hidayat (Athena 2004) pun bernasib tak pernah beruntung di arena All England. Alan langkahnya terhenti di semifinal edisi 1992 dari pilar China, Zhao Jianhua. Sementara Taufik, harus puas dua kali menjadi runner up saat ditekuk Peter Gade pada 1999 dan takluk dari Xia Xuanze di tahun 2000.

Di ganda putra, nama Markis Kido, Eng Hian dan Flandy Limpele juga belum sekalipun mencicipi podium tertinggi All England. Kido sebagai juara dunia 2007 dan peraih emas Olimpiade Beijing 2008 tak sekalipun menapaki laga final, sedangkan Eng Hian/Flandy Limpele (perunggu Olimpiade Athena 2004) menjadi finalis All England 2002.

Kemudian di ganda campuran, ada Nova Widianto dan Tri Kusharjanto/Minarti Timur juga tak pernah melekat predikat penguasa All England. Nova yang dua kali juara dunia bersama Liliyana Natsir (2005 & 2007) kalah di final 2008 dan 2010, sedangkan Tri Kusharjanto/Minarti Timur cuma berlabel finalis All England 1997.

Selain nama-nama itu, masih ada beberapa nama legenda atlet bulu tangkis yang bernasib serupa, di antaranya ada Joko Suprianto, Hendrawan, Icuk Sugiarto, dan Mia Audina. ** (SS)

SHARE