Pulau Iblis, Rumah Derita Tahanan era Napoleon | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Pulau Iblis, Rumah Derita Tahanan era Napoleon
Gading Perkasa | Story

Biasanya sebuah pulau menawarkan keindahan panorama tiada tara, namun lain halnya dengan Pulau Iblis. Kondisi di dalamnya sama sekali tidak menarik untuk dikunjungi, bila boleh dikatakan begitu. Pertanyaannya, di mana pulau tersebut berada?

amanderson2/flickr

Devil’s Island atau Pulau Iblis terletak di lepas pantai Guyana Prancis, Amerika Selatan. Di sana terdapat sebuah rumah Saint Laurent de Maroni yang kemudian menjadi koloni tahanan paling terkenal di dunia. Isinya para narapidana yang dipekerjakan sebagai buruh tahanan.

Pulau ini dibangun oleh Kaisar Napoleon III dan beroperasi selama rentang tahun 1852-1946. Hampir 100 tahun, sekitar 70.000 narapidana dikirimkan ke sana. Meliputi pelaku pemerkosaan, pembunuhan serta tahanan politik.

Sebagian besar tahanan tidak pernah berhasil kabur meninggalkan pulau. Diperkirakan, 40% dari mereka meninggal di tahun pertama dan hanya sekitar 5.000 tahanan yang selamat guna menikmati kebebasan. Bahkan bagi mereka, perjalanan menuju pulau sudah dipenuhi oleh marabahaya.

Banyak orang kesulitan keluar dari kapal. Beberapa tahanan adu jotos di dalam kurungan, hingga saling membunuh selama perjalanan. Mereka yang menolak mematuhi perintah disiksa menggunakan uap.

Setibanya di pulau, tahanan dipekerjakan dari jam 6 pagi hingga matahari terbenam. Mereka mengerjakan tugas berat seperti buruh bangunan, bekerja di sel dan rumah sakit. Tempat tinggalnya hanyalah sel kecil dan kotor berukuran 1,8 x 2 meter.

Pada siang hari, mereka berjalan dengan rantai di kakinya. Sedangkan saat malam, kaki mereka dibelenggu ke sebuah batang besi yang panjang. Tak sedikit tahanan kelaparan dan kondisi tubuhnya memprihatinkan, selayaknya kerangka berjalan yang tinggal menunggu ajalnya tiba.

Meski perkelahian antara para tahanan sering terjadi dan mengakibatkan salah satu pihak kehilangan nyawa, mereka nyaris tidak dihukum. Bila ada tahanan meninggal dunia di sana, tubuh mereka dimasukkan ke dalam gerobak dorong lalu dilemparkan ke laut lepas.

Sudah tak terhitung berapa banyak orang mencoba melarikan diri dari Pulau Iblis. Hanya saja, mereka selalu tewas secara mengenaskan akibat arus laut yang kuat serta diterkam ikan hiu.

“Devil’s Island benar-benar neraka hidup. Apalagi kalau Anda menyadari bahwa dari 70.000 pria, tiga perempatnya meninggal di sini karena penyakit, kelaparan dan penganiayaan,” ujar petugas penjara Hermann Clarke seperti dilansir dari news.com.

Pulau ini telah ditinggalkan dan direnovasi pada tahun 1980-an. Kendati demikian, struktur asli bangunan tetap dipertahankan agar menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Penjara Guyana bahkan menginspirasi film berjudul Papillon, yang sempat bertengger di top box office.**GP

SHARE