Pasang Surut Breaking Benjamin, Band Cadas Amerika - Male Indonesia
Pasang Surut Breaking Benjamin, Band Cadas Amerika
MALE ID | News

Bagi kalangan penikmat musik, band cadas Breaking Benjamin sudah begitu familiar di telinga. Grup musik beraliran rock asal Amerika Serikat ini meraih popularitasnya di akhir tahun 2000-an.

Jim Conners/wikipedia

Berbeda dari kebanyakan band cadas lain, Breaking Benjamin memadukan gaya permainan gitar metal dengan lirik cukup mudah dicerna oleh para penikmatnya. Anehnya, walau membawa nuansa baru yang terbilang segar, mereka sempat mengalami pasang surut dan harus merombak personel beberapa kali.

Awal Terbentuknya Breaking Benjamin
Sebelum menjadi sebuah kesatuan, masing-masing personel Breaking Benjamin berada di dua band berbeda. Pada akhir tahun 2000, gitaris Aaron Fink dan bassis Mark James (bagian dari band Lifer) bergabung bersama Benjamin Burnley dan drummer Jeremy Hummel. Dari sinilah latar belakang nama ‘Breaking’ muncul.

Pada awal karirnya, Breaking Benjamin sering mengadakan konser di sekitar wilayah Pennsylvania, Amerika Serikat dan berhasil menarik perhatian radio lokal. Tidak butuh waktu lama, di tahun 2001 band cadas yang ngetop lewat lagu The Diary of Jane ini menandatangani kontrak rekaman dengan rumah produksi Hollywood.

Segudang Prestasi Turut Diraih
Album kedua mereka, We Are Not Alone dirilis pada 29 Juni 2004. Menariknya, di minggu pertama, penjualan album ini sudah mencapai angka 48.000 kopi dan memperoleh penghargaan Platinum.

Tiga lagu di dalamnya yakni So Cold, Sooner or Later serta Rain bahkan menduduki chart US Billboard 100 mengalahkan lagu dari band rock lain. Bukan itu saja MALEnials, lagu mereka berjudul Firefly juga ditampilkan di video game WWE Smackdown! vs Raw and WWE Day of Reckoning di tahun 2004.

Sempat Vakum di Dunia Musik
Menginjak tahun 2011, perjalanan karier Breaking Benjamin menemui jalan terjal. Sang vokalis, Benjamin Burnley memecat dua anggota, Fink dan James. Sempat vakum di dunia musik selama kurang lebih empat tahun, Breaking Benjamin kembali dengan album kelima mereka di tahun 2015, Dark Before Dawn. Benjamin membawa format baru bersama Keith Wallen (gitar), Jasen Rauch (gitar), Aaron Bruch (bass) dan Shaun Foist (drum).

Album terbaru mereka berhasil menduduki posisi pertama di tangga Billboard 200 pada Juli 2015, dan terjual sebanyak 141.000 kopi. Lagu-lagunya seperti Dark, Failure, Angels Fall, Breaking the Silence serta Close to Heaven sangat wajib Anda dengarkan.**GP

SHARE