Fakta Christopher Columbus, Pahlawan atau Penjahat | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Fakta Christopher Columbus, Pahlawan atau Penjahat
Sopan Sopian | Story

Fakta Christopher Columbus yang paling umum adalah seorang penjelajah dan pedagang asal Genoa, Italia, yang menyeberangi Samudera Atlantik dan sampai ke benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492. Perjalanan tersebut didanai oleh Ratu Isabella dari Kastilia Spanyol setelah ratu tersebut berhasil menaklukkan Andalusia. 

FOTO: Alonso de Mendoza/wikipedia

Fakta Christopher Columbus lainnya yang terlanjur dipercaya adalah penjelajahnya yang menemukan benua Amerika. Namun, seperti yang telah diketahui, bahwa fakta ini kemudian terkonfirmasi bahwa Columbus tidak benar-benar menemukan dan bukan juga orang pertama yang menginjakan benua Amerika.

Karena jutaan orang sudah tinggal di Amerika Utara pada tahun 1492. Meski begitu orang-orang masih merayakan kedatangannya ke Bahama setiap 12 Oktober sebagai penanda kedatangan Columbus di Benua itu. Padahal, Columbus hanya mencapai pantai Kuba, Haiti, Republika Dominika, serta menjelajahi pantai Tengah dan Selatan Amerika.

Meski mendapat dana dari Spanyol, fakta Christopher Columbus di benua Amerika, dia tidak pernah menancapkan bendera Spanyol di Amerika Utara. Lalu siapa orang pertama yang mencapai Amerika? Menurut laman biography, Leif Eriksson adalah orang Eropa pertama yang diyakini berlayar ke Amerika Utara, ia bahkan sudah mencapai Kanada 500 tahun sebelum Columbus berlajar ke Barat.

Menurut laman wikipedia, saat Columbus tiba di Benua Amerika, semula disambut dengan ramah oleh suku Indian, tetapi setelah ketahuan niat buruknya datang di pulau itu, Columbus banyak mendapat resistensi dari penduduk setempat. Beberapa armada kapal milik rombongan Columbus ditenggelamkan oleh suku Indian, sebab mereka merasa terganggu dan terancam oleh kedatangannya.

Mencapai Kesepakatan Menguntungkan dengan Spanyol
Fakta Christopher Columbus lainnya yang jarang orang ketahui adalah di mana ia mendapatkan kekayaan dan kekuasaan yang signifikan dari "pelayaran"-nya, istilah yang ia negosiasikan dengan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella dari Spanyol. 

Kemudian, dia juga menandatangani Kontrak dengan raja-raja, yang disebut The Capitulations of Santa Fe, bernama Columbus the admiral, viceroy, dan gubernur dari setiap tanah yang ia temukan. 

Columbus juga menyatakan bahwa ia dapat menyimpan 10 persen dari setiap "barang dagangan, baik itu mutiara, batu mulia, emas, perak, rempah-rempah dan benda-benda lain" yang dia "dapatkan" di dalam wilayah baru. 

Columbus mungkin memang memiliki niat yang mulia ketika dia berlayar ke barat, tetapi persetujuannya dengan Spanyol menunjukkan niatnya jauh dari tanpa pamrih.

Memperbudak Orang Pribumi
Ketika Columbus pertama kali menginjakkan kaki di Hispaniola di Kepulauan Karibia, dia bertemu dengan penduduk pribumi yang disebut Taino. Kelompok yang ramah, mereka dengan senang hati memperdagangkan perhiasan, binatang, dan persediaan dengan para pelaut.

"Mereka sangat baik, dengan tubuh yang sangat tampan dan wajah yang sangat baik, mereka tidak membawa senjata, mereka harus menjadi pelayan yang baik," tulis Columbus dalam buku hariannya seperti dituliskan juga dalam laman biography.

Kemudian, beberapa lama di Hispaniola itu, Columbus memaksa penduduk asli (pribumi) menjadi budak, dan dihukum dengan kehilangan anggota tubuh atau kematian jika mereka tidak mengumpulkan cukup emas. Kemudian, atas perlakuan yang brutal dan penyakit menular, dalam beberapa dekade, populasi Taino hancur.

Ditangkap oleh Pemerintah Spanyol
Pada 1499, raja-raja Spanyol mendapat kabar perihal penganiayaan kolonis Spanyol di Hispaniola, termasuk cambuk dan eksekusi tanpa pengadilan. Columbus, yang menjadi gubernur wilayah itu, ditangkap, dirantai, dan dibawa kembali ke Spanyol. 

Meskipun beberapa tuduhan itu mungkin dibuat oleh musuh-musuh politiknya, Columbus mengakui kepada Raja Ferdinand dan Ratu Isabella bahwa tuduhan itu benar. Columbus dicopot gelarnya sebagai gubernur di Hispaniola.

Beberapa Negara Eropa Menolak Columbus
Selama hampir satu dekade, Columbus melobi raja-raja Eropa untuk membiayai pencariannya yang memerlukan biaya mahal. Tentu pencarian itu adalah untuk menemukan rute laut dari barat ke Asia. Pada tahun 1484, ia pernah mencoba melobi Raja John II dari Portugal, tapi gagal.

Para ahli percaya Columbus telah meremehkan seberapa jauh dia akan berlayar. Tiga tahun kemudian, ia mengajukan banding kepada Raja Henry VII dari Inggris dan Raja Charles VIII dari Perancis, tetapi sekali lagi ditolak. Sebelumnya, pada 1486 Spanyol juga sebenarnya pernah menolak Columbus, tetapi raja-raja Spanyol berubah pikiran dan akhirnya setuju untuk membiayai perjalanannya.

Columbus Ciptakan Jembatan antara Dunia Lama dan Baru
Meski fakta-faktanya begitu mengerikan dan seperti tak berkeprimanusiaan, tetapi di luar itu, fakta Christopher Columbus sebenarnya menciptakan jembatan antara dunia lama dan baru. Karena dengan istilah "pertukaran" Columbus dari setiap perjalannya, Columbus membarter atau menukar tumbuhan, hewan, budaya, ide (dan penyakit) antara Belahan Barat dan Timur. Setelah orang Eropa mampu mencapai hampir semua bagian dunia, era modern baru seperti dimulai, dan perlahan mengubahnya. ** (SS)


 

SHARE