Mengenal Growth Hack dan Perlunya untuk Startup | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Mengenal Growth Hack dan Perlunya untuk Startup
Sopan Sopian | Works

Di dalam dunia startup dan entrepreneur modern, istilah growth hack sering digunakan. Istilah ini kerap disamakan dengan marketing. Padahal growth hack dan marketing adalah hal yang berbeda.

growth hack - Male Indonesiapxhere.com

Bagi dunia startup, growth hack adalah hal penting dalam strategi pengembangan. Secara umum, growth hack atau growth hacking adalah proses eksperimentasi cepat di seluruh corong pemasaran, pengembangan produk, segmen penjualan, dan area bisnis lainnya untuk mengidentifikasi cara yang paling efisien untuk mengembangkan bisnis.

Beradasarkan pengertian tersebut, korporasi besar pun bisa mendapat untung dari growth hack. Istilah growth hack sendiri dipopulerkan oleh Sean Ellis pada tahun 2010. Lalu apa bedanya dengan marketing? Justru sebagaian di dalam marketing adalah bagian dari growth hack. 

Marketing hanya memimpin tim pemasaran yang tak paham hal teknis. Sementara Growth Hacker memimpin tim lintas disiplin ilmu, dari pemasaran, desain, serta engineering.

Prinsip utama growth hack adalah bahwasanya semua hal yang terkandung dalam produk adalah senjata untuk memenangkan pasar. Tak ada batas antara pekerjaan teknis dan nonteknis, semua harus bersatu padu.

Alasan Growth Hack Penting bagi Startup
Growth hack erat kaitannya dengan dunia internet. Apalagi dewasa ini internet tidak bisa lepas dari kehidupan setiap manusia. Untuk itulah growth hack sangat diperlukan untuk zaman digital ini.

Dahulu, jika tim marketing ingin menjangkau puluhan juta konsumen, harus menggunakan media konvensional seperti TV, koran, atau gerai-gerai ritel. Tetapi kini sudah berbeda, seiring tumbuhnya pengguna internet, berkembang pula berbagai cara komunikasi super viral yang mempercepat penyebaran produk.

Sehingga penyebaran konten tercepat tidak lagi menggunakan tenaga manusia, namun menggunakan API di platform-platform super seperti Facebook, Twitter, Aple, atau media sosial lainnya. Seiring peran pemasaran tradisional makin mengecil, peran hibrida marketer/coder menjadi berkembang. Ini adalah waktu yang baik untuk menerapkan growth hack sebagai bagian dari strategi perusahaan.

Keuntungan lain growth hack terletak pada kecenderungannya memanfaatkan jalur-jalur marketing yang berbiaya murah. Misalnya via media sosial, konten viral, atau targeted ad. Potensi pertumbuhan tinggi dengan biaya rendah membuatnya populer di kalangan startup.

Laman techinasia menuliskan bahwa growth hack bisa mendatangkan manfaat selain sekadar survive. Bila perusahaan sudah sustainable, misalnya, bisa menggunakan growth hack untuk menurunkan biaya user acquisition, meningkatkan retensi konsumen, dan lain-lain. Di era “serba platform” sekarang ini, growth hack menyimpan potensi yang sangat besar.

Salah satu penggunan strategi growth hack adalah Dropbox, salah satu taktik paling terkenal adalah taktik referral. Dropbox yang merupakan layanan file hosting. Bagi pengguna awal tentu hanya mendapatkan kapasitas penyimpanan terbatas tergantung dari jenis akun penggunanya. Tapi ketika pengguna ingin mendapatkan kapasitas tambahan, mereka harus mengundang temanp-temannya untuk bergabung di Dropbox.

Insentif ini tidak hanya didapat oleh pengundang, tapi juga teman yang diundang. Apalagi Dropbox membuat proses referral yang mudah bagi penggunanya. Taktik referral yang dilakukannya itu memunculkan rasa percaya terhadap produk yang ditawarkan, dan tentu hanya membutuhkan biaya yang murah daripada iklan display. Dalam waktu 15 bulan saja, basis pengguna Dropbox meningkat dari 100.000 menjadi 4 juta orang.

Untuk itu, strategi growth hack ini begitu penting bagi startup karena dapat meminimalisir biaya pengembangan dan mengenalkan produknya jika dibandingkan dengan strategi lama. ** (SS)

SHARE