Piala Dunia 1934: Perjuangan Hidup Mati Azzurri - Male Indonesia
Piala Dunia 1934: Perjuangan Hidup Mati Azzurri
MALE ID | Sport & Hobby

Setelah melalui proses yang begitu panjang, akhirnya FIFA menetapkan Italia sebagai tuan rumah Piala Dunia 1934. Pemimpin kejam nan fasis Italia kala itu, Benito Mussolini, menggelontorkan dana sebesar 3,5 juta lira demi mendukung penyelenggaraan Piala Dunia di negaranya.


wikipedia

Piala Dunia 1934 digelar dari 27 Mei hingga 10 Juni 1934. Jika dibandingkan Piala Dunia sebelumnya yang diselenggarakan di Uruguay, setiap negara harus melewati babak kualifikasi terlebih dahulu agar bisa terbang ke Negeri Pizza. Sistem inilah yang kemudian dipakai hingga Piala Dunia 2018 seperti sekarang.

Dari sebanyak 32 peserta kualifikasi yang ditetapkan FIFA, diambil 16 negara termasuk sang tuan rumah yang mendapat privilege alias hak istimewa lolos langsung. Mereka lantas menyiapkan delapan venue di tersebar di berbagai titik, yaitu Turin, Genoa, Florence, Bologna, Napoli, Trieste, Milan dan ibu kota Roma.

Perjalanan Gli Azzurri sepanjang turnamen terhitung mulus. Tentu saja demikian, sebab Mussolini mematok target tinggi kepada pelatih Vittorio Pozzo, yakni menjuarai turnamen. Dari kabar yang beredar, Pozzo beserta anak buahnya bahkan mendapat ancaman hukum gantung bila gagal melaksanakan tugas Mussolini.

Pada babak 16 besar, Italia berhasil menggunduli Amerika Serikat dengan skor 7-1. Mereka bertemu Spanyol di delapan besar dan bermain imbang 1-1, namun di partai ulangan, Italia menang 1-0 berkat gol Giuseppe Meazza. Pozzo bisa sedikit bernapas lega lantaran timnya berhasil menembus final usai menang tipis atas Austria 1-0 di fase semifinal.

Di partai puncak, mereka sudah ditunggu oleh Cekoslowakia, tim yang berhasil mengalahkan unggulan lain, Jerman. Itu berkat hattrick penyerang kanan dalam mereka, Oldrich Nejeldy.

Final Piala Dunia 1934 digelar di A Stadio Nazionale PNF, Roma, 10 Juni. Barangkali bisa dibilang bahwa pertandingan ini merupakan drama final terbaik di Piala Dunia sepanjang sejarah. Bagaimana tidak, di luar dugaan, Azzurri mampu membalikkan keadaan ketika pertandingan tinggal menyisakan waktu 15 menit.


wikipedia

Usai berakhir 0-0 di babak pertama, Cekoslowakia mencuri angka di menit 71 lewat sontekan sayap kanan mereka, Antonin Puc. Beruntung Italia dapat membalasnya sepuluh menit berselang lewat Raimundo Orsi. Gol sayap kiri Italia itu memaksa Cekoslowakia memainkan babak tambahan. Extra time pertama dalam sejarah Piala Dunia.

Di masa perpanjangan waktu, Giusseppe Meazza dkk terus menyerang tim tamu. Usaha mereka tidak percuma. Tendangan jarak dekat Angelo Schiavio mampu mengecoh kiper Cekoslowakia Frantisek Planicka. Hasil ini bertahan sampai pertandingan selesai. Italia 2, Cekoslowakia 1. Timnas Italia mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Kini, absennya Italia di Piala Dunia 2018 sangat mengecewakan banyak pihak, khususnya penggemar bola di tanah air. Semoga saja mereka dapat kembali bangkit dan berbenah menuju Piala Eropa 2020 mendatang. Fino a tardi!**GP

SHARE