Ini Dia Alasan Umum Karyawan yang Bolos Kerja - Male Indonesia
Ini Dia Alasan Umum Karyawan yang Bolos Kerja
MALE ID | Works

Para karyawan seringkali menggunakan alasan sakit untuk bolos kerja. Walaupun, sebenarnya mereka tidak sakit dan hanya berpura-pura dengan bermodalkan surat keterangan dari dokter. Hal ini tidak bisa dibenarkan.

Male Indonesia Photo by Trent Erwin on Unsplash

Sebagai seorang karyawan, kita dituntut agar dapat bekerja sebaik mungkin. Setiap tugas yang diberikan oleh atasan wajib selesai tepat waktu, sehingga perusahaan juga turut berkembang. Namun terkadang, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang benar-benar terpaksa bolos kerja.

Penyebabnya antara lain urusan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan, akses menuju kantor tertutup karena kejadian luar biasa (demonstrasi, penutupan jalan, banjir dll.), terlibat kecelakaan dan sakit. Alasan terakhir ini rupanya tergolong kuat. Benarkah demikian?

Ya. Beralasan sakit untuk bolos kerja bisa dibilang sudah tepat. Pasalnya, sebuah penelitian menunjukkan, bahwa tidak masuknya karyawan dengan alasan sakit dianggap paling masuk akal oleh atasan.

Penelitian ini dilakukan oleh perusahaan asuransi AXA. Mereka bahkan membuat beberapa daftar penyakit yang dapat diterima atasan sebuah perusahaan. Penyakit flu merupakan alasan paling banyak digunakan para karyawan.

Meski atasan mengakui jika karyawan yang sedang terserang flu masih dapat masuk kantor dan bekerja, mereka tetap memaklumi hal tersebut. Berikut adalah delapan alasan bolos kerja karena sakit yang dianggap wajar oleh atasan:

  1. Flu: 41.6 %
  2. Sakit pinggang: 38.5 %
  3. Luka akibat kecelakaan: 38.2 %
  4. Stres: 34.5 %
  5. Operasi ringan: 35.2 %
  6. Depresi: 34.5 %
  7. Demam: 23.8 %
  8. Migrain: 21.7 %

Menurut Glen Parkinson dari AXA, perusahaan harus menyikapi alasan-alasan yang dinilai tidak masuk akal. “Semua itu baik untuk kepentingan perusahaan maupun bagi karyawan mereka sendiri,” tutur Glen.

 
 

Ia turut menambahkan, pada beberapa kasus, karyawan yang mengambil hari libur guna beristirahat total kemudian bisa sembuh keesokan harinya dinilai akan jauh lebih produktif. Daripada mereka memaksakan diri masuk kantor, mengambil izin kerja setengah hari dan pulang ke rumah.

Di samping itu, kata Glen, bolos kerja menjadi langkah tepat. Karena jika seseorang sakit dan tetap masuk kerja, maka mereka berpotensi menyebarkan penyakit kepada rekan kerja yang lain. Otomatis tempo pekerjaan akan terpengaruh dan merugikan perusahaan.

Sehingga, apabila Anda merasa tidak enak badan, ada baiknya mengambil satu hari libur ketimbang menjadi tidak produktif dengan berangkat ke kantor meski hanya bekerja sebentar.**GP

SHARE