5 Momen yang Menandakan Anda Siap Berkomitmen - Male Indonesia
5 Momen yang Menandakan Anda Siap Berkomitmen
MALE ID | Relationships

Setelah Anda memutuskan siap berkomitmen, artinya Anda benar-benar menjalin hubungan jangka panjang yang serius. Jika sudah memasuki hal tersebut, tentu tidak dianjurkan untuk mencari hiburan di luar yang dapat mengganggu komitmen Anda. Apalagi ketika masalah menimpa Anda dan si dia. 

siap berkomitmen - Male Indonesiapixabay.com

Maka dari itu, sebelum Anda memutuskan untuk siap berkomitmen, Anda dan si dia harus lebih dahulu memupuk fondasi yang kuat untuk kelangsungan hubungan jangka panajang Anda. Lalu sejak kapan fondasi ini harus dipupuk atau dibangun?

Rasanya semua bisa menjawab, yakni saat Anda dan si dia masih dalam hubungan asmara. Fase ini penting untuk memupuk fondasi yang nantinya akan menopang dengan kuat. Fondasi itu bukan hanya terletak pada usia jalinan asmara dan bisa menyelesaikan konflik.

Hal ini sempat dialami Crhistoporus, seorang karyawan swasta di Jakarta. Ia mengatakan bahwa, hubungan yang lama saat menjalin asmara belum tentu menjadi pondasi utama. "Justru, menurut saya nih ya, hubungan yang lama malah berakhir, saya alami sendiri soalnya," tuturnya sambil tertawa. "Kayaknya sih ada hal lain ya (buat fondasi ke jengjang lebih serius), mungkin sih menurut saya, tapi belum tahu, itu sih persepsi masing-masing ajalah," tambahnya.

Hal senada pun diutarakan seorang wanita asal Cirebon, Farida. Menurutnya, komunikasi adalah fondasi yang mesti dibangun untuk bisa menjalin hubungan jangka panjang. "Terus, menurut saya kedewasaan prianya sih. Kalau sayakan tipe yang suka membangun bareng-bareng, susah bareng-bareng, jadi komunikasih yang penting," ucapnya singkat.

Dari pernyataan tersebut, memang masih ada hal lain yang bisa memupuk fondasi untuk Anda benar-benar siap berkomitmen, selain komunikasi, usia hubungan asmara, dan kedewasaan, yaitu sebuah momen di mana Anda dan si dia benar-benar telah terhubung satu sama lain.

1. Menyelesaikan Masalah Besar
Konflik saat masih menjalin asmara memang biasa, bahkan, ego saat menjalin asmara membuat konfli kecil bisa menjadi besar. Misalnya, soal waktu, antar jemput, dan lain sebagainya.

Tetapi apakah Anda pernah membicarakan permasalahan besar yang menimpa bersama dengan tetap saling menghargai satu sama lain? Kemudian, bisakan Anda berdua membicarakannya tanpa menyudutkan salah satu pihak atau melimpahkan kesalahan ke pasangan? Bisakah Anda berdua bersepakan pada satu solusi yang baik untuk hubungan berdua? 

Jika Anda bisa menjawab dan melewati itu semua, Anda berarti dapat melewati satu momen yang dapat menuju tahan siap berkomitmen. Jika tidak, bagaimana bisa menghadapi konflik dalam hubunga jangka panjang?

2. Masa-masa Sulit Bersama
Menjalani asmara dalam keadaan menyenangkan bukanlah hal sulit. Namun, menjalin asmara dalam keadaan sulit itu bukan hal mudah. Meski hubungan yang terbilang jangka pendek, tentu memiliki masa-masa sulit. Ditambah Anda dan dia pun sebagai individu tentu memiliki masa-masa terpuruk.

Jika Anda dapat melewati momen sulit itu dan tetap berjalan menjalin asmara, tentu ini bisa menjadi bekal untuk menghadapi masalah yang mungkin lebih besar di depan ketika Anda siap berkomitmen.

3. Bincang-bincang Masa Kecil dan Keluarga
Memahami latar belakang pasangan secara keseluruhan akan sangat membantu untuk menerima pasangan Anda saat ini apa adanya. Selalu sempatkan waktu untuk mengenal dia dan juga keluarganya lebih jauh. Apa yang Anda dapatkan dari sesi berbincang-bincang, bisa berguna untuk kelanjutan hubungan jangka panjang Anda dan si dia ke depannya.

4. Traveling Bersama
Kaitannya antara traveling bersama dengan siap berkomitmen adalah untuk memberikan atau merasakan masa-masa di mana Anda hanya bisa bergantung berdua. Apalagi tujuan traveling Anda dan si dia jauh dari kota asal Anda. 

Selain itu, ketika Anda berdua ditempat antah berantah, dan bisa melewati momen berdua dengan kepercayaan, saling menjaga, dan saling bekerja sama, itu akan memberi gambaran bagi Anda dan pasangan tentang kehidupan di masa depan, di mana segala hal adalah tanggung jawab berdua.

5. Mengurus Keuangan Bersama
Untuk momen menuju siap berkomitmen terakhir ini masih pro kontra bagi sebagian kalangan. Tetapi apa salahnya jika dicoba. Karena, masalah finansial biasanya jadi penyebab pertengkaran terbesar antara pasangan. Sebelum berkomitmen dalam hubungan jangka panjang, sebaiknya Anda dan pasangan menjalankan 'simulasi' pengaturan finansial berdua dulu. Mulai saja dari hal-hal kecil seperti berapa banyak uang untuk kalian habiskan dalam sekali kencan, atau menabung untuk liburan, dan menikmatinya sebagaimana telah ditentukan bersama. ** (SS)

SHARE