The Hurricane Heist, Teror di Tengah Badai Dahsyat - Male Indonesia
The Hurricane Heist, Teror di Tengah Badai Dahsyat
MALE ID | Review

Di bintangi Toby Kebbell, Maggie Grace, dan Ryan Kwanten, film The Hurricane Heist akan membawa penonton pada sebuah ketegangan mencekam antara teror dan badai maha dahsyat di kota fiktif kecil Gulport, pesisir Amerika Serikat.

Mungkin film The Hurricane Heist akan terasa hambar jika tidak disutradarai oleh Rob Cohen. Karena Rob Cohen merupakan sutradara sukses yang telah menciptakan xXx,  Dragonheart, The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor, dan The Fast and the Furious.

Jika mendengar badai dalam film-film Amerika, pastinya akan mengarah pada badai angin puyuh dan semacamnya. Film The Hurricane Heist lebih dari itu. Karena konflik tidak hanya pada badai dan konflik ingernal tokoh. Tetapi justru ada hal yang lebih mencekam di tengah munculnya badai ini.

Ringkasan
Kisah bermula dari insiden yang terjadi pada tahun 1992, di mana dua saudara, Will (Toby Kebbell) dan Breeze (Ryan Kwanten) kecil, melihat ayahnya tertimpa menara air saat Badai Andrew. Peristiwa ini yang kemudian akan menghantui mereka.

25 tahun kemudian, Will tumbuh menjadi ahli meteorologi sinoptik. Sedangkan Breeze, sang kakak hanya menjadi seorang mekanik serba guna dan pemabuk di Gulfport. Selama bertahun-tahun itu, keduanya terpisah. Kemudian Will mengunjungi sang kakak saat dipanggil untuk mengamati tanda-tanda badai besar akan kembali muncul di teluk daerah Gulfport.

Breeze yang keras kepala dan menikmati hidupnya sebagai mekanik yang bebas. Ia bergeming atas peringatan Will. Ia merasa aman dengan rumah berlapis tembok dan percaya akan selamat. 

Sementara itu, Ketika penduduk sudah dievakuasi, sekolompok perampok yang memanfaatkan kedatangan badai meneror bank nasional. Perampok ini sudah teroganisir dan terencana dengan baik. Sayangnya, sebelum perampok meneror, generator cadangan listrik bank nasional itu rusak. Sehingga sekolompok perampok yang terdiri dari peretas tidak bisa menjalankan aksi bejatnya secara mulus.

Casey (Maggie Grace), agen ATF yang bertanggung jawab menjaga berangkas uang di bank nasional itu, untungnya sedang menjemput Breeze.  Ditempat Bengkel sekaligus rumah Breeze, Casey bertemu Breeze dan Will. Kemudian, setelah menjemput Breeze, Casey yang awalnya tidak mengetahui kantornya di teror, kemudian beradu tembak. Breeze tersandera demi menyelamatkan Casey melarikan diri.

Ditengah jalan, ketika Will akan meninggalkan kota dengan mobil (yang mirip tank) menyelamatkan Casey dari adu tembak. Cerita tidak berhenti di sana, karena Casey harus menyelamatkan orang yang tertahan di dalam bank nasional, Will harus menyelematkan Breeze. 

Ditambah lagi, perampok bersenjata lengkap pun memburu Casey, karena ia adalah satu-satunya pemegang kunci berangkas yang tidak bisa diretas oleh sekolompok perampok itu. Konflik semakin mencekam ketika badai mulai membesar. Apakah, Casey dan Will dapat menyelamatkan orang-orang yang ingin diselamatkannya ditengah badai?

Highlight
Dari ringkasan di atas, film yang diproduksi Entertainment Studios ini memang memiliki dua alur cerita yang berbeda. Tentu tidak mudah bagi sutradara Rob Cohen dalam menjaga aksi film ini secara umum dan tetap dapat dipahami oleh penonton.

Rob Cohen sepertinya ingin mengajak penonton pada situasi menegangkan lain ditengah badai, yakni aksi kejar-kejaran mobil seperti film terdahulunya, The Fast and the Furious. Penonton pasti akan sadar akan adegan ini.

Meski begitu, adegan dalam film ini cukup memacu adrenalin, karena hampir di setiap scene melibatkan aksi tembak. Badai yang menyelimuti adegan membuat penonton semakin menegangkan ototnya. Bagaimana tidak, sebuah adegan kritis berada ditengah badai yang mematikan. Sehingga ketagangan penonton bisa terjaga dan tegang.

Selain itu, Anda juga akan menemukan efek visual CGI di awal dan di akhir film. Sepertinya terinspirasi dari "The Mummy", yaitu sebuah wajah tengkorak di tengah pusaran badai. Mungkin hal itu ingin menggambarkan bahwa badai andrew ini benar-benar manakutkan dan mematikan.

Film The Hurricane Heist sudah bisa dinikmati sejak Selasa 27 Maret 2018. Selamat menonton! ** (SS)

SHARE