Penerapan Cloud oleh Amazon Web Services - Male Indonesia
Penerapan Cloud oleh Amazon Web Services
MALE ID | Whats Up

Usai resmi membuka kantor layanan konsultasi di Indonesia pada 15 Maret 2018 lalu, Amazon Web Services (AWS), penyedia layanan infrastruktur komputasi awan terus mendorong transformasi bagi para pengembang, perusahaan serta publik melalui solusi berbasis platform Cloud.

Sebagai anak perusahaan amazon.com, AWS menawarkan akses ke layanan infrastruktur in-the-cloud pada para pelanggan berdasarkan platform teknologi back-end Amazon. AWS Indonesia mulai beroperasi dan memberikan konsultasi bagi setiap perusahaan dari berbagai skala. Meliputi perusahaan startup, usaha kecil dan menengah, perusahaan enterprise serta sektor publik.

AWS menyediakan lebih dari 90 layanan komputasi Cloud. Yaitu komputasi, penyimpanan, penyampaian konten, database, analitik, layanan aplikasi, manajemen dan implementasi, layanan mobile, kecerdasan buatan dan masih banyak lagi. Bentuk layanan berupa on-demand dan pay-as-you-go bagi pelanggan yang membutuhkan.

Menurut Donnie Prakoso selaku Technical Evangelist AWS, keunggulan yang diperoleh dengan memanfaatkan Cloud adalah perusahaan bisa memiliki elastisitas tanpa perlu membangun infrastruktur sistem sendiri. “Perusahaan bisa berfokus dalam memberikan value kepada customer. Selain itu juga cost saving,” kata Donnie.

Sekarang ini layanan AWS sudah digunakan oleh berbagai perusahaan Indonesia di tiap sektor. Antara lain Bizzy, Etobee, Gojek, Gunung Sewu, Grivy, Haldin, Halodoc, Kompas, Kumparan, Lion Air, Livaza, Optikseis, Rumah123, Traveloka, Tiket.com, Tokopedia, dan Urbanindo.

Di samping itu, AWS juga bekerja sama dengan sejumlah institusi akademik di Indonesia melalui program global AWS Educate. Tujuannya memberikan para siswa dan pengajar sumber daya untuk membantu percepatan pembelajaran berbasis Cloud.

Melalui program tersebut, baik siswa maupun pengajar dapat memperoleh akses ke konten teknologi Cloud, pelatihan, tool kolaborasi dan layanan Cloud AWS secara langsung. Institusi-institusi akademik yang telah bergabung adalah Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Pelita Harapan, dan Universitas Gadjah Mada.**GP

SHARE