5 Kafe Kuno Bernuansa Jakarta Tempo Doeloe - Male Indonesia
5 Kafe Kuno Bernuansa Jakarta Tempo Doeloe
MALE ID | Relax

Bersantai di kafe adalah hal paling menyenangkan, apalagi bila kita berada di kafe kuno. Suasananya yang kental berpadu dengan alunan musik era 40-an, seolah-olah membawa kita hanyut kembali ke masa-masa kolonial Belanda.


Prayitno/flickr

Di kota besar seperti Jakarta, tidaklah sulit menemukan kafe kuno. Jumlahnya cukup banyak dan senantiasa ramai dikunjungi. Terlebih lagi, kafe menjadi tempat hangout generasi milenial yang paling populer.

Apabila MALEnials ingin menikmati coffee break dengan suguhan sedikit berbeda, Anda dapat mendatangi sejumlah lokasi alternatif yang terletak di kawasan kota tua Jakarta Barat. Mulai dari Glodok hingga Pinangsia, berikut lima kafe kuno bernuansa Jakarta tempo doeloe yang kami rekomendasikan untuk Anda. Vergeet niet hier te komen!

Pantjoran Tea House

Berada di salah satu sentra perdagangan Jakarta era kolonial, suasana oriental terasa kental di tempat yang dulunya beroperasi sebagai apotek ini. Bangunannya tepat di ujung Jl. Pancoran, mengarah ke Jl. Pintu Besar Selatan. Selain menyediakan pilihan teh, Pantjoran Tea House juga punya variasi hidangan yang lezat.

Historia Bar
Historia Bar letaknya persis di samping Museum Fatahillah. Anda akan melewati kafe kuno tersebut saat akan menuju Taman Fatahillah. Kalau mau suasana teduh, Anda bisa mengambil kursi di dalam atau menikmati saja udara terbuka di luar. Mereka juga memiliki ruang terbuka dan tenang di bagian belakang kafe.

Kedai Seni Djakarte

Anda akan dibawa kembali ke masa lalu saat memasuki Kedai Seni Djakarte. Kedai ini juga menyediakan kursi-kursi di atas lantai jalanan ala kafe Eropa dengan area terbuka di depan bangunan. Kedai Seni Djakarte mulai dibuka sejak tahun 2013.

Cafe Batavia


Adam Jones/wikipedia

Sepertinya hampir seluruh generasi milenial di ibu kota tahu Cafe Batavia. Spot paling oke di sini berada di lantai dua, dekat jendela. Sebelum datang, pastikan Anda melakukan pemesanan terlebih dahulu karena kafe sering penuh atau sudah dipesan orang lain. Dari jendela ini Anda dapat menyantap hidangan sembari menyaksikan pemandangan berupa fasad bekas gedung Balai Kota Batavia yang kini berubah menjadi Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah.

Semasa di Kota Tua

Terletak di Gedung Olveh, Pinangsia, Semasa di Kota Tua pas buat Anda yang menginginkan ketenangan. Selain ruangan kafe kuno berpendingin ruangan mereka, Anda bisa duduk-duduk di kursi tinggi di beranda. Pemandangan pemukiman warga dan vihara di bawahnya dijamin memberikan pengalaman unik mengenai sisi lain ibu kota kepada setiap pengunjungnya.**GP

SHARE