Kontroversi Halaman AMP yang Perlu Anda Ketahui - Male Indonesia
Kontroversi Halaman AMP yang Perlu Anda Ketahui
MALE ID | Digital Life

Halaman AMP adalah singkatan dari Accelerated Mobile Pages atau laman seluler dipercepat. Pasalnya, fungsi dari AMP ini dapat mempercepat halaman website terutama jika dibuka menggunakan seluler. Apalagi saat ini internet telah berkembang pesat dan kebanyakan orang banyak mengakses internet via smartphone.

Halaman AMP - Male Indonesiapexels.com

Meski dapat mempercepat website, halaman AMP tidak akan menghilangkan nilai iklan yang ada di websit. Namun seperti diketahui, benar-benar iklan yang banyak tentu akan memperberat loading website. Google mempelopori pengembangan ini.

Untuk menggunakan halaman AMP, pengembang membuat versi alternatif dari situs mereka dalam menggunakan AMP. Selain itu, AMP juga bekerja di berbagai platform dan kompatibel dengan sebagian besar browser. Selain memeprcepat loading, menggunakan halaman AMP, website tampak portable, seperti yang Anda alami ketika membaca artikel dari Facebook atau Apple News melalui seluer Anda.

AMP menyediakan layanan yang sangat cepat untuk semua situs yang Anda akses melalui peramban seluler Anda. Beberapa situs menggunakan ini, tetapi tentu saja tidak semua.

Google Ingin Semua Web Pakai AMP
Google ingin melihat AMP di mana saja. Siapa yang tidak ingin memiliki website dengan loading cepat bukan? Meski begitu, mengutip laman The Verge, alih-alih bekerja sebagai "pelayan website", Google telah menjadi "master boneka yang jahat".

Artinya, sebagain orang percaya bahwa Google mendorong perkembanganbiakan internet dengan cara yang memperkaya perusahaan, tetapi sayangnya tidak selalu membuat kehidupan masyarakat lebih baik. Semua justru di bawah fasad altruisme. Tidak keren.

Memang, beberapa pengembang dan penerbit web antusias tentang internet masa depan yang dipenuhi AMP. Tetapi sebagain lagi khawatir tentang apa yang kemudian terjadi jika Google memimpin di masa depan.

Satu kelompok menulis surat terbuka yang mengkritik Google AMP sebagai cara untuk menjaga pengguna "dalam domain Google dan mengalihkan lalu lintas dari situs web lain untuk kepentingan Google." Mereka menambahkan dalam suratnya seperti dikutip dari laman ampletter.org, "Pada skala miliaran pengguna, ini memiliki efek untuk lebih memperkuat dominasi Google terhadap Web.”

Tentu saja, Google menganggap hal ini tidak adil. Menanggapi surat terbuka itu, David Besbris, VP rekayasa pencarian Google mengatakan kepada The Verge bahwa sejujurnya AMP merupakan proyek yang cukup altruistik. Meski begitu beberapa pengembang website mengatakan bahwa jika menggunakan AMP, Google memiliki begitu banyak aset kepemilikan yang mengontrol cara orang membuat konten dan menaruhnya di internet.

Menurut postingan blog baru-baru ini, perusahaan pengembang dalam bidang IT, ingin meyakinkan kelompok yang menangani standar web internet untuk mengadopsi teknologi yang mengambil isyarat dari kerangka AMP.

“Kami sekarang merasa siap untuk mengambil langkah berikutnya dan bekerja untuk mendukung lebih banyak konten pemuatan instan yang tidak berdasarkan teknologi AMP di area Google Search yang dirancang untuk ini,” Malte Ubl, pimpinan teknologi untuk Proyek AMP di Google, di blognya amphtml.wordpress.com.

Tetapi syaratnya, konten harus mengikuti serangkan standar website di masa mendatang dan memenuhi serangkaian kriteria kerja dan pengalaman pengguna yang obyektif untuk memenuhi syarat.

Meski banyak penolakan Google akan terus berinvestasi dalam AMP, dan membuat orang lain melakukan hal yang sama dan mengikutinya. Intinya, kemudian apakah orang-orang yang tidak setuju akan terus bersuara dan menolak atau orang-orang pengguna website yang menentukannya? ** (SS)

 

SHARE