Open Dialogue, Bangun Industri Musik dan Wisata - Male Indonesia
Open Dialogue, Bangun Industri Musik dan Wisata
MALE ID | Event

Dibalik hiburan yang dipersembahkan Bajafash 2018 yang diselenggarakan di Batam View Beach Resort pada tanggal 16-17 Maret. Ada pembahasan menarik yang coba diangkat, berkaitan dengan Industri kreatif, khususnya di bidang musik dalam sebuah wadah yang dinamakan Open Dialogue, Sustainable Creative Industry in Diversity of South East Asia Through Jazz & Fashion.

Bajafash 2018 - male Indonesia

Dengan mengajak nama-nama pelaku musik serta dari pihak pemerintah, Seperti Rudy Djoe(Jazz Melayu dari Singapura), Khadijah Ibrahim(penyanyi legendaris dari Malaysia), David Siow Mah, Dato Nik Azmi(komunitas Jazz Ampang Malaysia), Teguh Wicaksono, Piyapong Muenprasetdee(Co-founder & Community Manager of Fungjai.com), Chossy latu, Wieke Dwiharti, Khrisna K.U. Hannan(perwakilan KBRI Malaysia), M Reza Adenan (perwakilan KBRI Singapura), Rhaman Usman (Dinas pariwisata kota batam), Lukita Dinarsyah Tuwo  ( Kepala BP Batam ) dan Indina Putri Fajar (Founder Bajafash).

Dalam diskusi berjalan serius tapi santai, Dato Nik Azmi mengawali pendapatnya yang lebih memfokuskan pada pengikisan perbedaan antar negara agar lebih bersatu dalam satu payung yakni musik. Dan juga menitik beratkan pada keterlibatan nyata dari pihak pemerintah.

Bajafash 2018 - Male Indonesia

“whatever that country, Singapore, malaysia, indonesia, thailand or philipine, Lest talk concept with Asia, we start from here, to move forward together , make our music and fashion to the world class.”ujarnya

Lebih lanjut ia menceritakan pula, mengenai apa yang terjadi oleh para musisi yang mengalami kesulitan untuk survive dalam menjalani profesinya.

Terkait hal ini, nada yang sama juga diungkapkan oleh Rudy, Piyapong, dan Khadijah yang menggambarkan kondisi dari setiap negaranya Malaysia, Singapura, dan juga Thailand yang ternyata masih memilki dukungan yang minim dari pemerintahnya.

Untuk menambahkan dan memberikan solusi awal yang bisa dilakukan, Rudy menjelaskan bahwa bahwa melalui sebuah acara kecil tapi punya dampak yang besar atau dikemukakannya dengan nama “Small Big Stage”.

Bajafash 2018 - male Indonesia

Tentu dengan adanya Bajafash merupakan momen yang memang sangat membantu untuk lebih menyatukan negara-negarai lain dalam hal musik, tapi disisi lain memajukan industri pariwisatanya itu sendiri.

Seperti yang diungkapkan oleh kepala BT Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo yang secara lugas mendukung adanya acara seperti Bajafash dan berharap akan terus ada di tahun kedepan, bahkan mungkin saja menjadi sebuah acara yang khas dari Batam yang selalu ditunggu penikmatnya.

Dan untuk lebih memajukan apa yang disuguhkan oleh Bajafash, pihak KBRI Malaysia dan juga Singapura juga secara langsung memberikan support, terkait misi Bajafash dalam halam memajukan industri musik, yakni Jazz dan fashion Indonesia melalui Batam.

Melalui adanya dukungan tidak hanya dari pelaku seni dan juga pemerintah, Ibu Indiana sebagai founder dari Bajafash berharap apa yang dilakukan olehnya bisa berjalan layaknya efek bola salju yang akan semakin besar. Apalagi disaat yang sama, ia juga mengungkapkan rencana besar untuk Bajafash di tahun 2019. **DD

SHARE