HOOQ Filmmakers Guild Tayangkan 6 Serial Asia - Male Indonesia
HOOQ Filmmakers Guild Tayangkan 6 Serial Asia
MALE ID | Whats Up

HOOQ, sebuah layanan video on demand terbesar di Asia Tenggara akan episode perdana yang diproduksi berdasarkan enam naskah orisinal terpilih pada 22 Maret 2018. Penayangan ini merupakan bagian dari pembukaan HOOQ Filmmakers Guild, dimana satu naskah terbaik dari enam episode akan diproduksi menjadi serial televisi.

Dipamerkan di XXI Lounge Plaza Senayan, Jakarta Selatan pada Rabu, 14 Maret 2018, keenam episode yang dimaksud antara lain Bhak (India), Suay (Thailand), Haunt Me (Singapura), How to be a Good Girl (Singapura), Aliansi (Indonesia) dan Heaven and Hell (Indonesia). Semuanya terpilih dari 500 naskah yang diterima HOOQ selama kurun waktu dua bulan di seluruh Asia Tenggara.

Peter Bithos selaku CEO HOOQ mengatakan, pihaknya merasa bangga dengan episode perdana yang telah diproduksi HOOQ Filmmakers Guild. “Ini adalah bukti kualitas para sineas dan kisah unik dari seluruh Asia Tenggara. Sangat sulit menentukan naskah mana yang akan dibuat menjadi serial TV. Kami akan terus bekerja keras untuk mengembangkan kisah unik dari sudut pandang Asia, sehingga membuat pelanggan kami terus menyaksikan HOOQ,” ujar Peter.

Diluncurkan pada Juni 2017 lalu, HOOQ Filmmakers Guild merupakan program tahunan yang dirancang guna mencari bakat-bakat di dunia perfilman Asia dengan ide cemerlang. Nantinya, episode keenam naskah akan dinilai oleh lima sineas terkemuka Asia, yaitu Mouly Surya dan Nicholas Saputra (Indonesia), Erik Matti (Filipina), serta Waskin Pokpong dan Puttipong Promasakha Na Sakolnakorn (Thailand).

Menurut Mouly Surya, ia sangat kagum akan kreativitas yang ditunjukkan para seniman berbakat melalui naskah orisinal mereka. “Kami senang dapat menyaksikan hasil kerja keras mereka. Namun, hanya akan ada satu pemenang, jadi kerjaan kami tidak mudah,” tutur Mouly.

Sementara itu, Jennifer Batty selaku Chief Content Officer HOOQ mengatakan bahwa momen ini telah ditunggu-tunggu sejak HOOQ memulai kompetisi ini tahun lalu. “Kami tahu bahwa ada banyak potensi yang belum tersentuh di pasar Asia. Kami sangat bangga, para pembuat film berbakat telah bekerja tanpa lelah demi merealisasikan visi mereka,” katanya.**GP

SHARE