Beristirahat Sejenak saat Bekerja, Pertanda Malas? - Male Indonesia
Beristirahat Sejenak saat Bekerja, Pertanda Malas?
MALE ID | Works

Setiap orang tentu butuh yang namanya beristirahat sejenak kala menjalani berbagai aktivitas. Apalagi jika kita sedang berada di kantor, meninggalkan pekerjaan sebentar tak ada salahnya.

beristirahat sejenak - Male Indonesiapixabay.com

Sayang seribu sayang, banyak pihak beranggapan bahwa beristirahat sejenak di sela-sela waktu kerja adalah cermin atau kebiasaan malas karyawan yang kurang bertanggung jawab. Belum lagi ditambah alasan mengejar deadline, seseorang bisa saja memaksakan diri agar terus bekerja sampai batas maksimal meski sudah lelah.

Padahal dalam situasi demikian, pilihan terbaik adalah istirahat, bukannya malah melanjutkan. Karena pekerjaan apa pun tidak akan selesai dengan sempurna alias sia-sia.

Menurut Tara de Thouars, Psikolog, beristirahat sejenak di sela-sela kerja bukanlah sebuah kemalasan, melainkan justru mendukung produktivitas. Salah satu manfaatnya yaitu keputusan akan lebih mudah diambil dan cenderung lebih efektif. “Sebisa mungkin, ambil jeda sebentar. Supaya keputusan yang kita buat lebih clear,” kata Tara.

Manfaat selanjutnya, otak jauh lebih kreatif yang akhirnya dapat memunculkan berbagai ide baru. Otak butuh penyegaran dan istirahat barang sebentar adalah bagian dari proses tersebut. “Sebab, saat istirahat, otak tidak akan mengalami kebuntuan. Sebaliknya, kalau otak sedang buntu, pasti sulit berpikir dan ide kreatif mustahil muncul,” ujarnya.

Dengan beristirahat seperti berbincang bersama rekan kerja atau menikmati secangkir kopi, kita bisa mengembalikan motivasi kerja. Tara menegaskan, di waktu bekerja, otak bagian depan-lah yang berfungsi dan perlu diistirahatkan sebelum melanjutkan pekerjaan. “Saat itu baru kita punya motivasi kembali untuk bekerja,” tuturnya.

Istirahat juga bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik. Secara mental, kita akan tetap memiliki emosi positif. Seseorang yang dipenuhi oleh emosi negatif justru menjadi terbebani sehingga logika tidak jalan. “Kalau emosi baik, segala pekerjaan akan selesai dengan baik juga,” tuturnya lagi.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan ketika rehat sejenak? Tara mengatakan, sejumlah aktivitas seperti tarik dan buang napas dalam-dalam bisa dilakukan. Mungkin juga mencoba relaksasi, memakan camilan, minum kopi (atau teh) dan tidur. Tidak perlu terlalu lama, kira-kira 10-15 menit, bergantung pada situasi dan kondisi di lingkungan kerja.

“Kendati demikian, tidak ada acuan waktu yang jelas berapa kali harus ambil istirahat. Semua tergantung kondisi tubuh. Jika memang Anda sudah tidak fokus, lelah dan stres, maka Anda perlu istirahat sebentar,” ucap Tara.**GP

SHARE