Dua Kendala Migrasi Jaringan 2G ke 4G di Indonesia - Male Indonesia
Dua Kendala Migrasi Jaringan 2G ke 4G di Indonesia
MALE ID | Whats Up

Tren digital yang semakin masif di Indonesia adalah bukti bahwa kebutuhan akan internet cepat semakin dibutuhkan. Ditambah konten digital yang menjamur dan tumbuh membuat kebutuhan data pun semakin meningkat. Sehingga tren digital ini mendorong peralihan dari jaringan 2G ke 3G atau jaringan 2G ke 4G.

male indonesia

Bahkan, diakui Menteri Komunikasi dan Informatika Rudi Antara beberapa waktu lalu, ongkos produksi jaringan 2G sangat mahal. Akan lebih murah, kata dia, jika terjadi peralihan teknologi atau migrasi dari 2G ke 3G atau jaringan 2G ke 4G

Sayangnya, dalam praktek di lapangan, saat ini sekitar 60 – 70 persen masyarakat Indonesia masih menggunakan layanan 2G. Artinya, layanan tersebut hanya digunakan untuk voice (telepon-read) dan SMS saja.

Menurut Pengamat Telekomunikasi, Nonot Harsono bahwa untuk menyikapi kemajuan teknologi seluler dari 2G, 3G, hingga 4G, sungguh bijak jika dimulai dengan melihat permasalahan yang dihadapi di lapangan pada saat ingin mengambil langkah ke depan.

"Apakah masyarakat memang harus didorong agar menggunakan teknologi terbaru 4G?" Tanya dia dalam diskusi yang bertajuk 'Memaksimalkan Utilisasi 4G Melalui Keterjangkauan Perangkat," di Jakarta, Kamis (14/9).

Menurut dia, bila pengguna teknologi 4G masih kecil, karena ada dua penyebab. Pertama, karena penetrasi layanan 4G masih kecil, baik coverage maupun kepemilikan handphone 4G-nya.

"Mungkin karena tidak ada keinginan untuk membeli handphone baru, pelanggan juga mesti mengganti starterpack lama. Mereka biasanya malas melakukan hal itu," tutur Nonot.

Kemudian yang kedua, ucap dia, kebutuhan masyarakat akan layanan 4G memang belum tumbuh. "Jangan-jangan orang Indonesia sebagian besar belum butuh itu (4G), yang penting bisa komunikasi verbal. Belum lagi ada yg merasa gaptek dan enggan untuk mencoba hal yang baru," ujar dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ini.

Kalau disimak lebih cermat lagi, lanjut Nonot, sebenarnya bagi pengguna, nilai tambah yang didapat dari 4G dibanding 3G adalah peningkatan kenyamanan dan kepuasan dari user experience (UX), atau biasa disebut convenience and satisfaction.

Selain itu, jelas dia, mengingat mengingat kondisi ekonomi dan ketersediaan perangkat yang harganya relatif murah juga diperlukan. **

SHARE