Kisah Baju Timnas Indonesia dan Piala Dunia 1958 - Male Indonesia
Kisah Baju Timnas Indonesia dan Piala Dunia 1958
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Baju timnas Indonesia ternyata erat kaitannya dengan Piala Dunia 1958. Hal itu terletak pada warna hijau yang tersemat di pundak dan ujung lengan. Warna hijau ini sempat menjadi pertanyaan besar ketika baju atau jersey timnas ini muncul sejak 2007.

Tonnie Cusell/FOTO: Natuur12/wikipedia

Polemik pada baju timnas Indonesia tersebut karena bendera Indonesia sendiri tidak memiliki warna hijau. Untuk menjawab maksud dari warna hijau itu sendiri, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui akun Twiter dan Instagram resminya, mengunggah sebuah gambar yang menjelaskan warna tersebut.

Di dalam penjelasan yang diunggahnya, warna hijau di baju timnas Indonesia merupakan warna kebesaran dari PSSI. Hal itu sesuai dengan Statuta PSSI Pasal 2 ayat 6. "Bendera PSSI berwarna hijau dengan logo PSSI," tulis PSSI.

Memiliki Latar Belakang Sejarah
Selain PSSI juga menjelaskan bahwa warna hijau dipakai dalam baju timnas Indonesia berlatar belakang sejarah. Tertulis dalam gambar tersebut menceritakan bahwa pertama kalinya warna hijau hadir pada 1950-an. Saat itu, warna hijau pada jersey timnas Indonesia sudah mulai dipergunakan.

Melalui warna hijau tersebut juga PSSI menuliskan bahwa Indonesia sempat atau hampir membawa skuat Garuda melaju ke Piala Dunia 1958 di Swedia. "Dengan jersey berunsur warna hijau tersebut, timnas Indonesia pernah hampir lolos ke Piala Dunia 1958 di Swedia setelah tampil apik di pertandingan kualifikasi," tulis PSSI.

Di tahun 50-an ini, Indonesia masih menjadi salah satu negara yang disegana di kancah sepak bola Asia. Di mana, Indonesia saat itu masih diperkuat pemain-pemain legendaris seperti Maulwi Saelan, Ramang dan Tan Lion Hou. Kala itu, kemanangan dua gol atas Cina dalam partai perdana babak kualifikasi Asia pada 12 Mei 1957 di Stadion Ikada, Jakarta, memang membuka lebar peluang Indonesia lolos ke babak selanjutnya. 

A post shared by PSSI (@pssi__fai) on Mar 8, 2018 at 4:18am PST

Mengutip laman goal, Cina akhirnya bsia menebus kekalahannya dari Indonesia dalam pertemuan pertama. Lewat pertarungan sengit yang digelar di Heaven Temple, Peking, Cina mampu menundukkan Indonesia dengan skor tipis 4-3. Laga play-off terpaksa digelar karena Indonesia dan Cina mengoleksi tiga poin. Pertandingan yang berlangsung di Yangon, Burma (Myanmar) tersebut berakhir imbang tanpa gol hingga perpanjangan waktu. 

Meski begitu, Indonesia berhak lolos berkat selisih gol yang lebih baik ketimbang Cina. Lolosnya Indonesia, kemudian skuat Garuda tergabung bersama Israel, Sudan dan Mesir di babak selanjutnya. Karena menolak untuk mengaui kedaulatan negara Israel, Indonesia enggan bertanding di markas mereka. 

Atas penolakan tersebut, Indonesia mengirimkan surat permohonan kepada FIFA sebagai langkah diplomatik agar pertandingan dipindahkan ke tempat yang netral. Sayangnya, FIFA menola permohonan Indonesia. Tetap dengan keputusan yang enggan bertandang ke Israel, Indonesia memutuskan untuk mengundurkan diri dari perhelatan Piala Dunia. Padahal, kala itu, Indonesia berpotensi mendapatkan tiket lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Setelah itu, selama bertahun-tahun baju timnas Indonesia tidak menyematkan warna hijau. Atas dasar itu, PSSI ingin mencoba mengulanginya kembali. Hal itu pun dipertagas dalam sebuah caption atau keterangan foto di Instagram yang diunggahnya. 

"Dalam keterangan foto di Instagram, PSSI pun mempertegas bahwasannya pilihan warna hijau pada jersey Timnas Indonesia bukan tanpa dasar dan alasan. Warna hijau bahkan memiliki nilai historis bagi Timnas Indonesia sehingga kembali dihidupkan pada tahun 2007, dan masih digunakan sampai sekarang," tulis akun Instagram PSSI.

Timnas Brazil memenagnkan Piala Dunia 1958 Swedia/FOTO: Bonkers/wikipedia

Skuat Garuda di Piala Asia 2007
Jersey baru dengan unsur warna hijau yang dilaunching pada 2007 itu pun juga menyisakan cerita yang sama. Kombinasi warna merah, putih, dan hijau membawa timnas Merah Putih mencoba mengulang sejarah meski masih dalam level Asia, yakni pada pageralan Piala Asia 2007 yang kala itu digelar di Indonesia.

Meski tidak dapat disebut grup neraka, Indonesia kala itu mendapatkan tantangan dari lawan-lawan yang cukup berat di penyisihan Grup D, yakni Bahrain, Arab Saudi, dan Korea Selatan. Bambang Pamungkas CS berhasil atas Bahrain dengan skor 2-1 lewat gol Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas.

Sayangnya, dipertandingan selanjutnya, tim Merah Putih tumbang dengan skor 1-2 dari Arab Saudi, dan menyerah dengan skor tipis 1-0 saat melawan Korea Selatan. Seperti ditekahui, pada Pila Asia 2007, Irak yang keluar sebagai pemanangnya. ** (SS)

SHARE